Like Us

Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2013

7 Hal Yang Membuat Ibu Menjadi Luar Biasa


Ada banyak cara untuk melihat kehebatan seorang ibu. Mungkin ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga, namun kehadirannya akan selalu menjadi pelita yang dibutuhkan dalam setiap rumah. Apakah Anda sedang mengalami masalah dengan ibu? Baca ini dulu deh ya.

1. Ibu Memulai Dari Jam 3 Pagi


Banyak ibu yang masih bangun pukul 3 atau 4 pagi dan memulai semuanya di kala seluruh anggota keluarga masih tidur. Ibu seringkali diingat dengan hal ini. Seorang ibu selalu sudah bangun di pagi buta untuk menyiapkan sarapan dan keperluan semua orang di rumah meski ia harus memangkas waktu dandannya sendiri.

2. Kejujuran


Ibu adalah sumber kejujuran dan tempat mengutarakan kejujuran. Ibu tak akan bohong lewat kasih sayangnya bahwa anak-anak dan keluarganya begitu berharga sehingga ia merawat mereka sepenuh hati. Ibu tempat berkeluh kesah dan orang yang akan mengajari kita kejujuran. Seburuk apapun kenyataan yang Anda miliki, ibulah tempat berpulang menyampaikan segala kebenaran.

3. 'Omelan' Berkualitas


Ibu dalam tiap gerak-gerik dan bahasanya mungkin tak luput dari kesalahan. Bila Anda merasa ibu terlalu bawel, cerewet, sering marah-marah, coba lihat lagi bagian mana yang tidak mengandung kasih sayang dan perhatian pada Anda. Omelannya mengandung kekhawatiran bahwa Anda akan mengalami bahaya atau jatuh ke dalam hal yang tak semestinya.

4. Sahabat


Ibu adalah sahabat bagi anak-anaknya. Mungkin Anda termasuk anak yang tidak mudah dekat dengan orang tua, namun ibu Anda akan selalu siap menjadi sosok yang mendengarkan dan mendekatkan diri pada Anda. Ibu bisa menjadi teman belanja Anda, sekaligus pemberi saran untuk membeli pakaian yang cocok untuk Anda.

5. Guru Serba bisa


Seluruh ibu setelah memiliki anak, sepertinya sudah dilengkapi dengan perangkat otomatis di mana mereka akan membantu anak-anaknya memahami dunia dan hidup ini. Baik teori maupun praktek, ibu Anda akan mengajarkan banyak hal pada anak-anaknya. Langkah Anda yang tegap hari ini, adalah berkat kesabarannya menuntun Anda ketika mencoba berdiri di atas kaki Anda sendiri saat kecil.

6. Dukungan


Ibu mungkin tak membolehkan Anda melakukan sesuatu, tapi semua ibu punya cara untuk mendukung anak-anaknya. Jangan remehkan sarapan Anda pagi ini. Mungkin itu adalah bentuk dukungannya pada ANda setelah Anda berkeluh kesah beberapa hari lalu soal pacar, pendidikan atau bahkan pekerjaan.

7. Sumber Cinta dan Kasih Sayang


Tahukah Anda mengapa Anda selalu bisa menangis mengingat kedua orang tua Anda, terutama ibu? Air mata itu akan terasa saat hati Anda bereaksi terhadap sesuatu. Ibu adalah sumber segala cinta dan kasih sayang.. Ibu menyentuh hati Anda dengan cinta dan kasih sayang yang tulus dari dalam hatinya dan air mata Anda akan mengalir begitu saja saat mengingat tentang sosok ibu Anda.

Nah, ibu kita mungkin bukan sosok yang sempurna. Namun dia adalah ibu terbaik yang dianugerahkan Tuhan untuk kita. Suatu hari kita akan menjadi ibu dari anak-anak kita. Contohlah kasih tulus seorang ibu dan jadilah ibu terbaik bagi anak-anak kita.


Minggu, 10 Maret 2013

Tips Menghilangkan Rasa Jenuh dan Bosan Dalam Hubungan


Tidak bisa dipungkiri bahwa rasa jenuh saat pacaran itu sering muncul dengan beberapa alasan tentu, misalnya saja hubungan yang sudah lama dan bisa karena cara pacaran yang monoton atau itu-itu saja. Cara menghilangkan rasa bosan terhadap pacar sepertinya sangat diperlukan terutama bagi Anda yang lagi dilanda galau dalam hubungan cinta.

Tapi pada saat Anda bosan dengan pacar Anda, bukan berarti harus mencari yang baru kan? Masih banyak tips menghilangkan rasa jenuh pada pacar yang dapat Anda dapat lakukan agar hubungan kita bisa menyenangkan dan tidak membosankan lagi. Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi alternatif penghilang rasa jenuh dan bosan dalam hubungan Anda. Cekidot :

1. Memberikan kejutan


Memberikan kejutan bisa membuat hubungan Anda lebih berwarna dan menyenangkan. Sekecil apapun bentuk kejutan yang Anda berikan pada pasangan Anda, itu akan membuat hubungan Anda lebih segar dan tidak cuma berjalan monoton. Anda juga bisa mencoba buat kejutan yang romatis misalnya berikan bunga atau boneka.

2. Jangan Terlalu sering Tertemu


Hal yang sering membuat jenuh / bosan adalah terlalu sering bertemu. Anda harus mengatur frekuensi bertemu Anda dengan pacar misalnya saja 1 kali seminggu. Kalau tidak mampu bertemu 1 kali seminggu, Yah, Anda bisa bertemu 2 - 3 kali. Yang penting jangan terlalu sering.

3. Lakukan Hal Yang Baru


Jika Anda bosan dengan pasangan gara-gara bosan dengan kegiatan yg itu-itu aja, coba Anda melakukan hal-hal baru bersama pasangan Anda. Ini akan membuat hubungan Anda menjadi fresh. Contohnya : Jalan-jalan ke tempat yang jarang atau belum pernah kalian kunjungi misalnya mengajak kekasih pergi ke pantai, ajak dia naik kuda menyelusuri kebun teh, ajak melihat pemandangan malam di atas bukit bintang, atau sekedar foto-foto di pinggir danau, itu bisa membawa kesejukan tersendiri.

4. Berbaur Dengan Teman Baru


Mungkin selama ini Anda terlalu terkekang dan tidak menikmati pergaulanmu dengan teman lain? Ada kalanya Anda perlu mencari teman-teman baru yang dapat membuat harimu gembira, namun jangan sampai mengundang kecemburuan pada pacar Anda.

5. Buat Suasana Romantis


Bagi Anda yang merasa kurang romantis dan jarang atau bahkan tidak pernah bilang “sayang” secara langsung / tatap muka, coba deh sesekali Anda bicara secara langsung “sayang, hari ini kamu cantik banget”. Begitu juga Anda jika wanita, pujilah dan berbuatlah dengan romantis untuk membuat pasangan Anda menjadi lebih nyaman dengan Anda.


Selasa, 26 Februari 2013

Meminta Maaf Dengan Romantis Kepada Pasangan Agar Suasana Kembali Baik


Manusia tidak lepas dari kesalahan. Dalam setiap hubungan asmara pastilah ada saat-saat dimana Anda berbuat salah dan menjadi terlalu takut tidak dimaafkan. Apakah saat ini sedang dalam situasi tersebut? Berikut ini enam cara romantis untuk minta maaf pada pasangan. Cekidot gan ...



1. Makanan


Siapa sih yang tidak suka makan? Apalagi jika diberikan oleh orang terdekat. Biasanya orang terdekat akan terenyuh bila kita membuat kue atau masakan spesial. Apa yang Anda lakukan bisa dilihat bahwa Anda memang sungguh-sungguh dalam mengutarakan permintaan maaf. Icing atau topping bertuliskan permintaan maaf bisa menjadi salah satu cara unik.

2. Aktifitas bersama



Orang yang sedang marah kepada kita biasanya memilih menghindari pertemuan. Agar dia mau bertemu, tinggalkanlah pesan bahwa Anda meminta maaf dan berikan petunjuk untuk menemukan Anda. Kejutkan dia dengan kehadiran Anda sambil bermain pistol air atau Anda bisa langsung memeluknya dan minta maaf. Menghabiskan aktifitas bersama dapat membangkitkan keceriaan kembali.

3. Puisi


Selama ini puisi erat kaitannya dengan ekspresi romantis, jadi tidak ada salahnya Anda menggunakannya untuk meminta maaf. Jangan buat yang rumit, cukup puisi simpel dengan rima yang unik. Buatlah puisi selucu mungkin sehingga dia tertawa dan melupakan kesalahan Anda.

4. Tatapan


Berikan tatapan menyesal lengkap dengan bibir yang mengerucut sebagai simbol penyesalan Anda. Si dia pasti akan meleleh melihat sikap Anda seperti ini. Jika ternyata gagal, Anda dapat mempraktekkan sikap ini kapanpun anda bertemu dengannya.

5. Berdandan


Jangan hanya berdandan cantik pada saat kencan. Cobalah untuk berdandan khusus ketika ingin meminta maaf. Kebanyakan dari pria terpesona pada kecantikan pasangannya. Bila cantik saja tidak cukup, Anda dapat menggunakan kostum lucu atau seksi untuk sekdar membuatnya tertawa kembali atau makin jatuh hati. 

6. Gambar dan Foto


Jika Anda mempunyai kesempatan untuk mengakses komputer atau gadget si dia, selipkan gambar yang berisi permintaan maaf Anda atau ubah wallpaper si dia dengan foto Anda yang memegang tulisan permintaan maaf. Tambahkan hiasan pada foto Anda berdua untuk mengingatkan masa-masa indah.


Selasa, 12 Februari 2013

Beberapa Isu Yang Keliru Tentang CINTA


Immature people falling in love destroy each other's freedom, create a bondage, make a prison. Mature persons in love help each other to be free; they help each other to destroy all sorts of bondages. And when love flows with freedom there is beauty. When love flows with dependence there is ugliness
(OSHO)


Kalimat di atas sengaja di tampilkan untuk menimbulkan kontras dan keterkejutan terhadap mereka yang selama ini menganggap cinta sebagai benda statik yang akan terus begitu sepanjang masa, atau sesuatu yang akan di capai ketika menikah. Pengertian ini telah membawa banyak kekecewaan dalam kehidupan berpasangan maupun berkeluarga. Salah satu penelitian yang dimuat dalam berita online memperlihatkan tahun 2010 angka perceraian mencapai rekor tertinggi selama 5 tahun terakhir yakni 285.184 (sumber : Direktur Jenderal Badilag MA, Agung Wahyu Widiana). Berbagai alasan yang melatarbelakangi perceraian, mulai dari faktor cemburu, masalah ekonomi, ketidakharmonisan hingga masalah politik yang rupanya kian turut berkontribusi dalam menceraiberaikan perkawinan.
Selain itu, jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Indonesia dari tahun ke tahun juga semakin meningkat, terlihat dari laporan dari berbagai daerah di Indonesia, masing-masing menunjukkan peningkatan signifikan. Misalnya, Kepala Badan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga  Berencana (BP3AKB) Jateng Soelaimah mengatakan, kasus kekerasan di 35 kabupaten/kota di tahun 2010 mencapai 2.829 dan hingga semester I/2011 tercatat 1.234 kasus. Di wilayah lain seperti Tegal, Tuban, Makassar, Papua, bahkan Jakarta, tingkat KDRT juga terbilang tinggi.


Beberapa alasan yang melatarbelakangi adalah faktor ekonomi, minuman keras, rendahnya tingkat pendidikan serta faktor usia dini. Menurut laporan PLAN, 44% kasus KDRT dengan frekuensi tinggi, dialami wanita yang menikah di usia dini, sementara 56% perempuan mengalami KDRT dalam frekuensi rendah; dan laporan tersebut mengindikasikan banyaknya perkawinan anak (13 - 18 tahun). Faktor tradisi, masalah social - ekonomi, perilaku seksual dan kehamilan yang tidak dikehendaki, rendahnya pengetahuan tentang reproduksi, rendahnya pendidikan orangtua serta lemahnya penegakkan hukum menjadi persoalan yang memicu terjadinya perkawinan usia dini.  Pertanyaannya, apa sebenarnya yang terjadi ketika mengawali sebuah hubungan ? apakah hubungan yang dilandasi oleh cinta sudah pasti akan abadi ? Apakah hubungan yang tidak abadi karena tidak ada cinta ? pertanyaan semacam ini kerap muncul dalam pemikiran maupun asumsi-asumsi. Marilah kita telaah bersama.

Ada beberapa jenis cinta di dalam berbagai versi dan definisi para pakarnya yang dapat di unduh maupun di pelajari lewat berbagai buku. Oleh karenanya, dalam artikel ini kita tidak akan membahas jenis cinta, maupun manifestasinya,  namun akan membatasi pembahasan pada persoalan problem perkawinan.   

It needs love to make two become one


Kalimat di atas bisa benar, tapi bisa pula keliru jika mengartikannya secara sempit dan dangkal. Sebab, makna cinta tidak berhenti pada rasa senang terhadap sesuatu, seseorang maupun lawan jenis (pacar, calon suami atau calon istri). CS. Lewis mengkategorikan perasaan "senang dan suka" di tingkat terbawah dari derajat intensitas cinta; rasa senang dan suka ini muncul karena di antara kedua pihak ada kesamaan, sama-sama senang nonton bioskop, menyukai group musik yang sama, mempunyai tempat makan favorit yang sama, sedang menyukai kegiatan yang sama, entah itu demonstrasi atau sama-sama ikut menjadi pendukung sebuah gerakan. Kekuatan dan durasi perasaan suka ini sangat lemah karena sifatnya yang situasional dan temporer; dan hubungan yang terbentuk atas dasar perasaan suka ini pun rentan persoalan karena tidak punya fondasi yang kuat. Sementara, banyak orang yang mengambil keputusan untuk menikah atas dasar kuantitas kesamaan, karena rasionalitas kedua pihak terhalang oleh emosi jiwa serta fantasi fairy tale "happily ever after".    
Selama ini banyak orang umumnya menganggap cinta adalah sebuah produk pabrikan dan bersifat one for all. Ketika diantara kedua manusia ada cinta, maka semua persoalan selesai atau akan selesai. Sayangnya banyak pula yang lupa bahwa definisi cinta yang digunakan sebagai acuan penilaian kualitas dan masa depan hubungan, adalah perasaan "suka dan senang". Bagi Scott Peck dalam bukunya The Roadless Travelled, cinta bukanlah perasaan, melainkan tindakan nyata "The will to extend one's self for the purpose of nurturing one's own or another's spiritual growth". Motivasi dan tindakan untuk membuat diri sendiri dan orang lain yang "dicintai" bertumbuh, menjadi pribadi yang punya identitas sejati, dan menggenapi panggilan hidupnya, itulah yang dinamakan cinta. Dan karena itulah, cinta tidak mungkin bersifat mengekang, menjajah, menindas, membatasi, memanipulasi, menghilangkan kemerdekaan apalagi menghilangkan kemanusiaan orang yang dicintai. "It is about giving the other person what they need to grow".
Kedewasaan Pribadi, Kedewasaan Cinta



Dari definsi cinta Scott Peck terlihat bahwa orang yang bisa mencintai, tentunya bukan orang yang masih terjebak dalam egosentrisme dan egoisme namun sudah mampu berkeinginan dan berbuat untuk orang lain. Apabila orang menyatakan cinta, namun dalam tindakan sehari-hari, banyak menuntut, mengekang, melarang, memenjarakan kemanusiaan pasangan, maka itu bukanlah cinta, namun conditioning/pengkondisian agar orang memenuhi kebutuhannya, entah itu kebutuhan fisik (makan, minum, sexual, dsb) maupun psikologis (ingin di perhatikan, diakui, dikagumi, di puja, dsb). Di sini lah banyak terjadi kesalahkaprahan, ketika pasangan bersikap nrimo, diam saja bahkan semakin takut dan taat serta semakin "menderita demi cinta". Kesalahkaprahan ini membuat banyak penderitaan panjang terutama di sisi wanita (ada pula pria), tidak hanya menghancurkan perkawinan itu sendiri, namun menghancurkan pula jiwa-jiwa dan setiap pribadi yang ada di dalamnya, seperti dirinya sendiri serta anak-anak (bagi yang telah punya anak).  Cinta tidak menjajah.
Oleh karena cinta bukanlah romantisme perasaan belaka, maka kedewasaan seseorang akhirnya berperan dalam menentukan seperti apa cinta yang ia berikan kepada orang lain, baik itu pasangan maupun komunitasnya. Semakin dewasa seseorang, maka semakin dewasalah cinta-nya; sehingga untuk menghasilkan cinta yang dewasa dan buah-buah cinta yang mendewasakan diri sendiri dan orang lain, maka seseorang harus melalui proses pendewasaan. Scott Peck mengatakan dalam The Roadless Travelled, seseorang menjadi dewasa dan matang, melalui proses yang bertahap dan semua itu menuntut latihan disiplin diri dalam beberapa elemen, yakni :
1. Delaying gratification

    menunda  kepuasan sesaat / saat ini demi kebaikan di masa mendatang. Istilah Indonesia, sakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Secara kongkrit, setiap keputusan baik itu berpacaran (dengan segala tingkatannya dan tindakannya) dan berkeluarga, didasarkan pada pertanyaan apakah yang menjadi motivasinya. Apakah karena ingin segera memuaskan apapun desakan yang ingin di puaskan atau karena ada alasan rasional lain yang memang baik dan bermanfaat besar bagi kedua belah pihak (yang menjadi ukuran adalah menumbuhkan dan mendewasakan kedua pihak).
2.  Acceptance of responsibility

    bertanggung jawab atas pilihan dan keputusan diri sendiri. Apa yang termasuk di dalamnya adalah menyadari bahwa setiap orang punya andil dalam menciptakan problem yang sedang dihadapi, sudah dialami atau akan terjadi. Semua berawal dari pilihan sikap diri. Padahal umumnya, ketika terjadi masalah cenderung menyalahkan orang lain, persoalan, situasi dan kondisi daripada introspeksi diri.  Konsekuensi logisnya, menganggap diri sebagai korban keadaan yang tidak berdaya untuk mengambil alih kendali hidup. Amat disayangkan karena sebagian orang melihat proses ini sebagai suratan takdir dan nasib bahwa ia terlahir untuk melayani dan menderita demi orang yang dikasihi. Padahal, takdir cinta tidaklah demikian. Cinta itu membebaskan dan memerdekaan, seperti ungkapan Oslo, seorang filsuf kontemporer,  di bagian paling atas artikel ini.
Menerima tanggung jawab di sini mempunyai konsekuensi logis, untuk membuat setiap pribadi berhati-hati, jangan sampai aplikasi dari memerdekakan diri menciptakan penjajahan bagi pribadi lainnya. Mengutip Erich Fromm yang mengatakan, no freedom without responsibility, tidak ada kemerdekaan tanpa tanggung jawab. Jika ingin berpacaran atau menikah, ingin bercerai atau bahkan ingin bertahan dalam problema yang ada, maka setiap pemikiran, keputusan dan tindakan harus dipikirkan sejauh mana kita mampu bertanggung jawab atas implikasinya, baik bagi diri sendiri, keluarga, orangtua, anak, pasangan, mertua, tempat kerja kita, dsb.  
3. Dedication to the truth

   selalu mencari dan menemukan kebenaran. Mabuk kepayang maupun kepahitan, bisa menjadi penghalang kejernihan dalam melihat kenyataan dan kebenaran. Konsep diri yang negative (menganggap diri tidak baik, buruk rupa, banyak dosa, tidak berharga, tidak cantik, tidak beruntung, dsb) juga menjadi tembok penghalang realitas karena kenegatifan itu sudah mewarnai cara pandang kita terhadap dunia.
Kasus KDRT yang berkepanjangan membuat pihak korban percaya bahwa dirinya pantas dan layak di hina dan disia-siakan karena tidak berharga. Oleh sebab itu korban tidak berani melepaskan diri dari abuser  karena tidak yakin ada tempat yang bisa menerima kehadirannya,  atau tidak yakin dirinya  kuat hidup tanpa abuser.  Scott Peck mengatakan, jika jiwa manusia ingin bertumbuh, jauhkan diri dari prejudis, stereotype, prasangka negatif yang mendistorsi kebenaran. Sikap terbuka, berani menatap kenyataan, bahkan menerima bahwa ada kebenaran dan fakta lain yang bisa meruntuhkan keteguhan hati dan keyakinan  - mengapa kita takut jika hal itu justru memerdekakan kita. The truth will set you free.
4. Balancing & flexible

  menjadi lebih seimbang dan fleksibel. Kedewasaan dan kematangan akan dialami ketika diri kita maju. Sebaliknya, segala sesuatu yang terlalu rigid, baik dalam soal berpikir, berkeyakinan maupun berelasi, menghambat kemajuan diri sendiri dan orang lain serta hubungan itu sendiri. Bayangkan saja hubungan yang penuh dengan ketakutan, peraturan, larangan, batasan, kecurigaan, pengekangan, penindasan, tidak akan menumbuhkan sesuatu yang baik; yang muncul adalah hal negatif, seperti ketakutan, kemarahan, kepahitan, kebosanan, ketidakpuasan, kesepian dan kekosongan yang melanda jiwa. Tidak akan ada kebahagiaan dalam relasi yang rigid, namun sama halnya dengan relasi yang tidak berakar dan berkomitmen, karena keduanya tidak berdasarkan cinta, namun ketakutan.


Kembali pada persoalan cinta yang berakhir duka nestapa, apalagi tragedi, dapat disimpulkan kondisi itu disebabkan ketidakmatangan pribadi yang menganggap bahwa memiliki, mengupahi, meladeni, membayari, menafkahi, adalah cinta dan bukti cinta itu sendiri.  Padahal, silogisme-nya tidak demikian. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ungkapan cinta dari Ibu Theresa

It is not how much we do,
but how much love we put in the doing.
It is not how much we give,
but how much love we put in the giving

Jadi mari bertanya pada diri sendiri, apakah saya melakukan ini semua karena cinta? Apakah yang kita lakukan selama ini sudah memerdekakan & menumbuhkan diri kita dan orang yang kita cintai ?

Cinta Terlarang Membuat Orang Menjadi Lebih Tertarik



Kita semua pernah merasakan jatuh cinta. Ada cinta monyet waktu kita kecil. Ada cinta main-main semasa sekolah. Ada juga cinta serius ketika kita beranjak dewasa. Kita telah mengalami berbagai jenis cinta, tapi bagaimana dengan cinta terlarang?

Bagi yang pernah mengalami, tentu merasa cinta jenis ini lebih spesial. Cinta terlarang biasanya terjadi saat hubungan kita ditentang oleh orangtua, teman atau masyarakat. Ironisnya, semakin ortu melarang hubungan tersebut, semakin keras usaha kita untuk melanjutkan hubungan. Fenomena ini dikenal sebagai efek Romeo dan Juliet.

Romeo dan Juliet adalah sepasang kekasih yang berasal dari dua keluarga yang saling bermusuhan. Walaupun mereka berdua saling mencintai, tapi hubungan mereka ditentang habis-habisan oleh keluarga mereka. Walau demikian Romeo dan Juliet tetap menjalin hubungan secara diam-diam. Kisah ini berakhir tragis ketika Romeo menelan racun dan Juliet bunuh diri, di mana akhirnya cinta mereka disatukan oleh maut.

Seandainya keluarga mereka rukun dan hubungan mereka direstui, mungkin rasa cinta yang timbul antara Romeo dan Juliet tidak akan sebesar itu. Hal ini bisa dijelaskan secara psikologis. Sebagai manusia, kita ingin menjadi pribadi yang independen. Bebas menentukan pilihan sesuai keinginan  sendiri. Kita tidak ingin dikendalikan oleh orang lain. Maka ketika “kebebasan” tersebut terancam, kita akan berusaha merebut kembali agar kita merasa sebagai individu yang autonom, bebas menentukan pilihan.

Dalam kasus asmara, larangan dari pihak lain merupakan ancaman terhadap “kebebasan” kita. Akibatnya kita berontak. Kita ingin merasa bahwa kita memegang kendali. Semakin ortu menentang, berarti semakin besar ancaman dan akibatnya semakin besar usaha kita untuk merebut kebebasan — dengan cara melanjutkan “hubungan terlarang” dengan si dia. Ketika kita melakukan ini, kita merasa makin sayang dengan pasangan. Ini merupakan suatu siklus:
  1. Ortu menentang.

  2. Akibatnya kita merasa dikekang, merasa kebebasan kita direnggut.

  3. Kita ingin merasa independen. Jadi apa yang harus kita lakukan?

  4. Berikan kasih sayang lebih pada sang kekasih; tunjukkan ke ortu bahwa mereka tidak dapat merebut kebebasan kita.
  5. Dengan tindakan “memberi kasih sayang lebih” tersebut, secara tak sadar perasaan kita pada pacar makin kuat.
  6. Kembali ke tahap (1)

Nah, itulah sebabnya cinta terlarang terasa lebih nikmat. Lebih terasa.
Ada yang mau sharing?