Like Us

Tampilkan postingan dengan label FC Barcelona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FC Barcelona. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Gathering Nasional FCB Indonesia 2013



Halo Cules dan Nona Barca!

Masih hangat dong ya suasana akhir April kemarin setelah FCBI CUP 2013 yang di Bekasi. Seru ya bisa kangen-kangenan ama saudara-saudara kita lebih dari 11 regional. Rasanya seperti mini-Gatnas walau tidak semua regional ikut berpartisipasi. Tapi tetap saja ketika kita berkumpul menjadi satu kesatuan akan menjadi Keluarga FCBI. Yang kangen dengan suasana seperti itu pasti kangen juga suasanaGatnas FCBI 2012 di Surabaya.

Nggak terasa sudah setahun lebih sejak Gatnas kedua di Surabaya kemarin. Dan sekarang ayo kumpul lagi rame-rame di acara Gatnas FCBI 2013 di Yogyakarta!

Kenapa di Yogya

Yeach setelah melewati voting pada bulan Mei, peserta voting sepakat untuk mendaulat FCBI Regional Yogyakarta menjadi Tuan Rumah Gathering Nasional ke-3 FCBIndonesia.

Sudah tidak sabar ya mau ketemu saudara-saudara kita dari berbagai regional di Indonesia? Penasaran ya Kapten yang mana, Korwil Bandung ,Bogor,Samarida, Banjarmasin, Bali, Medan, Menado, Lampung, Medan yang mana? Pengurus Pusat mana aja sich? Atau pengen tau langsung yang selama ini cuman kenal di Twitter, FB, BBM group? Yok, ikutan Gatnas!

Kapan dan Dimana

Tanggal 27-28-28 September 2013

Di “Villa Taman Eden 1”, Jl. Astomulyo, Kaliurang, Yogyakarta.

Waktu Pendaftaran

13 Mei 2013 sampai dengan 27 Agustus 2013

Tata Cara dan Syarat Pendaftaran

1. Biaya Pendaftaran hanya Untuk Member FCBI yaitu Rp 300.000 
2. Ditransfer ke Bank Mandiri no.rek 900-00-1565898-3 a/n ABDURRAHMAN ALFARABI
3. Bukti transfer segera di kirim ke email: gathnas@fcbarcelona.web.id (sebagai bukti dan syarat pendaftaran).
4. Format untuk Pendaftaran Konfirmasi setelah melakukan Transfer

Diusahakan pendaftaran melalui kolektif di regional / kota asal. Jika kota / tempat tinggal anda belum memiliki `Regional FCBI dapat daftar secara individu.

a. Untuk Individu / Perseorangan

Bank – waktu transfer – Nomor Resi - Nama Lengkap – Ukuran Kaos – Regional – Nomer HP / Tlp

Contoh :

Mandiri – 11/05/2013 pukul 20.00 – 000.0001 – Roy Ambarita – M – FCBI.Reg.Semarang - 0812.2710.1899

Kirim konfirmasi ke email di atas dengan subject “Pendaftaran Gatnas 2013”.

b. Untuk Kolektif

Bank - waktu transfer - No Resi

Nama lengkap 1 – ukuran kaos – Nomer HP / Tlp

Nama lengkap 2 – ukuran kaos – Nomer HP / Tlp

Kirim konfirmasi ke email di atas dengan subject “Pendaftaran Gatnas 2013 Regional .... (sebutkan nama regionalnya).”

Contoh :

Mandiri - 11/05/2013 pukul 20.00 – 0101010

1. Roy Ambarita-M-081555777666

2. Yahya - S - 08563633637

3. Bayu Wibisono - L- 089911922933

Subject: Pendaftaran Gatnas 2013 FCBI Regional Semarang

5. Konfirmasi peserta yang telah mendaftar / transfer WAJIB Melalui Email .
6. Konfirmasi peserta yang membawa keluarga maksimal 3 Bulan Sebelum Acara / B-3
7. Untuk Peserta WAJIB LUNAS (Peserta Yang Terdaftar adalah Yang langsung melunasi Pembayaran / diharapkan konfirmasi daftar nya setelah Melalukan pelunasan).

Fasilitas

Kaos Gatnas 2013 Limited Edition
Syal (Scarf) Gatnas FCBIndonesia
Makan 5x
Snack&Coffe break 2x
Penginapan 3 hari 2 malam
Transportasi dari wilayah sekitar Jogja (bandara, stasiun, dan terminal) menuju lokasi acara

Acara

Tidak jauh beda dari tahun lalu, secara garis besar acaranya berikut:

Gathering
Fun games
Doorprize
Malam Keakraban
Bakti Sosial

Mengenai detil acara, diberitahukan kemudian.

So, tunggu apa lagi? Yok, nabung mulai sekarang dan ikuti Gathering Nasional FCBI 2013 di Yogyakarta.

Pendaftaran dan Info:

1. Obbie (Ketua Gatnas): 085229799020

2. Ucup (Sie Pendaftaran): 08812657472


Sekilas lokasi Gatnas:










Presented by FCB Indonesia

Pastikan Juara Liga Spanyol, Barcelona Meraih Kemenangan Atas Atletico Madrid


Real Madrid yang Pada Match sebelumnya ditahan Imbang oleh Espanyol 1 - 1 membuat FC Barcelona Juara Sebelum bertanding .

Senin 12 Mei 2013 di Vicente Calderon ,gelar juara resmi menjadi milik Los Cules setelah menghadapi Altetico Madrid. Kedua tim bermain sama kuat tanpa gol di sepanjang babak pertama. Gol-gol baru tercipta pada pertengahan babak kedua.

Barcelona yang merebut kemenangan atas Altetico Madrid dengan skor 2 - 1 memastikan diri menjadi kampiun La Liga 2012/13.


Melalui Radamel Falcao ,tim tuan rumah unggul lebih dulu. Disusul gol Alexis Sanchez yg menyeimbangkan permainan sebelum gol bunuh diri Gabi memastikan kemenangan Barcelona.

Tiga angka tambahan yang didapat membuat pasukan Tito Vilanova itu kini mengemas 91 angka dari 35 kali bertanding sedangkan Atletico tetap di peringkat ketiga dengan 72 poin hasil 36 pertandingan.

Namun di pertandingan kali ini juga membuat Cedera Messi kembali kambuh, dan kemungkinan sampai akhir musim akan terancam tidak dapat merumput .

Moment Moment Indah pada Match FC Barcelona vs Altetico Madrid

Pada Menit ke 20 Atletico melakukan tekanan besar terhadap pertahanan Barcelona di babak pertamata tapi tidak banyak peluang yang bisa dihasilkan. Altetico hampir membuka skor andai sundulan Diego Godin tidak melebar


Pada Menit ke 30 Atletico kembali nyaris bikin gol, kerjasama Falcao dengan Adrian Lopez di akhiri tendangaan tendangan yang masih melenceng dari gawang.


Pada menit ke 51 pertandingan semakin memanas. Pemain pengganti Marc Barthra kehilangan bola di posisi yang berbahaya, bola dikuasai Gabi untuk diteruskan dengan umpan yang disambar Falcao. Atletico 1-0 Barcelona.

Pada menit ke 72 Alexis Sanchez yang bekerja sama dengan Cesc Fabregas, Thibaut Courtois pun dipaksa mengambil bola dari gawangnya sendiri.

Pada menit ke 78 Barcelona hanya bermain dengan 10 orang setelah Lionel Messi memutuskan tidak bermain akibat mengalami cedera sementara jatah pergantian pemain sudah habis.


Pada menit ke 80 Barca justru berhasil menciptakan gol tambahan. Umpan silang mendatar Cristian Tello menemui Villa untuk diteruskan dengan sepakan namun mengenai kaki dari Gabi sebelum masuk gawang Atletico. Barca berbalik unggul 2-1.

Dan inilah tahun2 dimana FC Barcelona menjadi Juara La Liga : 1929,1945,1948,1949,1952,1953,1959,1985,1960,1974,1991,1992,1993,1994,1998, 1999,2005,2006,2009,2010,2011,2013 .

BARCELONA CAMPIONE ... VISCA BARCA

Susunan Pemain

ATLETICO MADRID: Courtois, Insua, Miranda, Godin, Tiago, Koke, Turan (Rodriguez 67), Gabi, Juanfran, Falcao (Diego Costa 69), Adrian

BARCELONA: Pinto, Pique, Adriano (Villa 62), Alba, Alves (Barthra 42), Fabregas, Iniesta, Messi, Song (Busquets 61), Tello, Sanchez


Reviewed by FCB Indonesia

Kamis, 02 Mei 2013

Mission Impossible "Barca Siap Mencetak Sejarah"

fcb vs fcb
Camp Nou punya cerita khusus bila sedang mengemban misi istimewa. Hampir lima puluh malam yang lalu, lampu-lampu di stadion megah nan bersejarah ini menyorot mosaik yang sudah disiapkan oleh fans FC Barcelona sebelum laga melawan jagoan Italia, AC Milan, resmi dimulai. Butuh kemenangan bersih untuk membalikkan ketinggalan dua gol, Barca berhasil menjebol gawang tamunya empat kali tanpa balas. Camp Nou menunjukkan tuahnya lewat para suporter yang dengan kompak menyajikan tulisan berjudul Som Un Equip! sebelum laga dan terus bersorak mendukung pemain-pemain kesayangannya hingga pertandingan berakhir.

Milan pada 12 Maret 2013, Real Madrid FC pada 7 Oktober 2012, dan FC Bayern Munchen pada 1 Mei 2013. The Bavarians adalah pelancong ketiga ke Camp Nou di sepanjang musim ini yang akan dijamu dengan jamuan ‘komplet’ ala Catalan, paduan permainan teknik dan taktik di atas lapangan dan tekanan psikologis dari arah tribun penonton. Dengan hanya baru tiga kali melakukannya, tampak jelaslah bahwa ada beberapa pertandingan yang memang sangat penting untuk dimenangkan Barca, yang dibungkus dengan target selisih gol besar. Setiap jamuan memiliki tema unik, dan kali ini Barcelonistas yang memadati stadion yang peletakan batu pertama untuk pembangunannya dilakukan pada 28 Maret 1954 itu akan menampilkan mosaik bertuliskan ‘Barca! Orgull Barca!’, yang berarti ‘Barca! Kebanggaan Barca!’

barca orgull barca
Kali ini Barca benar-benar dalam posisi genting, karena wajib menang besar untuk meraih satu tiket ke London, tempat final Liga Champions tahun ini digelar. Defisit empat gol yang dibawa dari Allianz Arena seminggu lalu memang terlihat misi mustahil untuk dibalikkan. Tapi ini adalah Barca, sebuah identitas yang tak pernah berpikir menyerah, yang telah mencatat banyak kemenangan dan memiliki sejarah panjang. Demikian Gerard Pique, bek internasional Spanyol yang membela Barca, mencoba membakar semangat juang rekan-rekan setimnya.

Menilik sejarah 58 tahun sepakbola Eropa, tak ada klub yang berhasil berbalik unggul setelah pernah tertinggal 0-4 dari lawannya. Bagi Barca sendiri, kebobolan empat gol seperti yang diderita dari Die Roten adalah yang pertama kali sejak musim 1997/98 kala menghadapi tim Ukraina, Dynamo Kyiv. Namun ada sebuah catatan penyemangat misi Barca, yakni bahwa dalam sistem home and away babak gugur Liga Champions, tim biru merah ini terekam dua kali dalam lima besar sejarah pembalikan skor.

Kompatriot Barca asal Spanyol, Deportivo La Coruna, menjadi tim pemuncak untuk kategoribest comeback. Sempat dikubur Milan dengan skor 1-4 di San Siro, Coruna balik unggul 4-0 di kandang mereka, Stadion Riazor. Barca melakukan comeback pertamanya pada perempat final musim 1999/00 saat berjumpa tim asal kota London, Chelsea. Dengan bermodalkan ‘invasi’ pemain-pemain dari Serie A, The Blues berhasil mencetak kemenangan 3-1 di legpertama yang digelar di Stadion Stamford Bridge. Dalam asa yang melambung tinggi, Chelsea menyeberangi lautan untuk menyambangi Camp Nou untuk memainkan laga kedua. Drama thriller pun terjadi saat 90 menit normal di Camp Nou berakhir dengan skor sama persis dengan laga perdana, 3-1, namun untuk kemenangan tim tuan rumah. Dalam perpanjangan waktu itulah si kidal Rivaldo dan si jangkung Patrick Kluivert menambah dua gol tambahan bagi Barca dan menyingkirkan Chelsea dengan skor agregat 6-4. Sementara satu comeback terbaik lainnya yang dicatat Barca dilakukan dengan menyingkirkan Milan di bulan Maret lalu.

abi dan song
Munchen bukan lawan asing bagi Barca. Sebagai dua tim yang berprestasi di kompetisi lokal masing-masing, wajar bila mereka sering berhadapan di turnamen Eropa. Di Camp Nou, jamuan Barca di ajang yang sama atas lawannya tersebut sudah pernah berakhir dengan skor 4-0, sebuah selisih yang kali ini dibutuhkan Barca minimal untuk memaksakanextra-time. Saling mengalahkan dengan skor besar seperti inilah yang sebenarnya menjadi keuntungan untuk Barca, artinya secara alami, kedua tim terdidik untuk menyerang dan mencetak gol sebanyak-banyaknya. Di sinilah perlu kejelian duet Francesc ‘Tito’ Villanova untuk merinci lewat celah mana Barca akan berupaya mendulang gol di tengah ‘normalitas’ gaya permainan Bayern nanti.

Untuk menghadapi Munchen di leg kedua ini, penyusunan strategi dan komposisi pemain oleh Tito-Roura setidaknya perlu mengantisipasi tiga kemungkinan utama dari perubahan skor pertandingan. Kemungkinan pertama, jika Barca mencetak gol terlebih dahulu hingga mencapai selisih tiga gol bersih. Kemungkinan kedua adalah usaha Barca mendulang selisih golnya yang keempat atau kelima, entah lewat waktu normal ataupun tambahan. Yang terakhir, adalah kemungkinan sebaliknya dimana justru Munchen yang mencetak gol terlebih dahulu.

Dasar dari ketiga kemungkinan di atas adalah psikologis pertandingan yang akan bergeser sangat dinamis antara kedua tim dari menit ke menit. Dengan tabungan empat gol tanpa kebobolan yang dibawa dari kandang, diprediksi Munchen akan bermain lepas dan tidak akan mencoba berorientasi bertahan. Pola ini akan terus berlanjut seandainya kemungkinan ketiga terwujud, dimana Munchen yang malah menambah selisih agregat.

Sementara untuk dua kemungkinan pertama, jika pun kebobolan, agak sulit mencerna logika Munchen akan langsung bersikap panik saat Barca belum membobol gawang mereka tiga kali tanpa balas. Munchen akan berusaha tetap santai dan mempertahankan gayanya tanpa perlu khawatir terus diserang Barca andaikan defisit di leg kedua ini belum mencapai tiga gol. Selisih tiga gol bersih dari lawannya itulah yang akan menjadi garis batas pembeda strategi tim tamu.

messi
Dalam menyusun komposisi terbaik untuk merealisasikan dua kemungkinan pertama, sebaiknya Tito-Roura memulai dengan cara mengoptimalisasi pergeseran pemain saat transisi dari situasi bertahan ke menyerang dan sebaliknya. Dengan absennya Jordi Alba akibat suspensi, maka opsi terbaik mendorong bek sayap terletak dari sisi sebelah kanan, yakni dari pos yang diisi oleh Dani Alves. Kendalanya, bagaimana menempatkan trio bek tengah yang tersisa setelah ditinggalkan Alves, agar situasi penggempuran ke daerah pertahanan Munchen yang turut disokong oleh Alves tidak memantik resiko serangan balik berbahaya oleh lawan?

Untuk mengakomodasi serangan sayap oleh Alves, sebaiknya posisi bek kiri diberikan kepada Eric Abidal dengan tujuan menciptakan keseimbangan pertahanan. Abidal memiliki setidaknya dua keunggulan komparatif dibanding kandidat lainnya, Adriano Correia. Pertama, dengan postur lebih tinggi dibanding Adriano, Abidal lebih efektif untuk mengantisipasi umpan-umpan lambung kepada Thomas Muller, Mario Gomez atau Mario Mandzukic. Kedua, Abidal sudah akrab dengan posisi bek tengah kiri yang sudah sering dilakoninya, baik di Barca maupun tim nasional Perancis. Poin kedua ini bermanfaat saat Barca diburu waktu dan perlu memunculkan alternatif serangan lewat bola udara. Maka, terkait alternatif serangan ini, bila partner Pique sebagai duet bek tengah dipercayakan pada Alexandre Song, Abidal akan lebih efektif menutup celah yang ditinggalkan oleh Song untuk maju membantu distribusi bola ataupun menjadi target-men untuk situasi bola mati di dekat kotak penalti Munchen. Dalam alternatif serangan seperti ini, Barca bertransformasi dari 4-3-3 menjadi 2-2-3-3, dimana Sergio Busquets dan Song berbagi peran holding midfielder secara horizontal dan Alves merangsek naik hingga selevel duet Andres Iniesta dan Xavi Hernandez.

Mimpi final yang sudah menggelayuti Bayern dapat diambil celahnya oleh Tito-Roura dengan menginstruksikan permainan bola-bola pendek oleh Lionel Messi, Iniesta dan Xavi di jalur ‘poros tengah’ Munchen. Ini terkait dengan status satu kartu jelang suspensi (one booking away) yang menempel pada penyerang Gomez dan Muller, gelandang serang Bastian Schweinsteiger, gelandang bertahan Javi Martinez dan bek tengah Dante. Bagaimanapun, dengan kondisi pra-pertandingan yang sudah menguntungkan timnya, pemain-pemain ini akan berpikir dua kali untuk bermain keras untuk menghindari hukuman larangan bertanding berikutnya. Kondisi psikologis ini menjadi titik eksploitasi Barca nantinya.

barca
Untuk trisula penyerang, poin yang harus dikejar Tito-Roura adalah menyeimbangkan frekuensi tusukan dari kedua sayap dan senantiasa menyiagakan seorang finisher di kotak penalti lawan. Alves telah siap untuk melakukan penetrasi dari sayap kanan, sementara untuk opsi Cristian Tello dapat dikedepankan. Dengan larinya yang cepat, sementara bek kanan Bayern yang juga menjabat sebagai kapten tim, Philipp Lahm, menyandang status satu kartu jelang suspensi, harapan Barca untuk memenangkan duel di sektor ini cukup terbuka lebar.

90 menit ini akan menjadi laga paling genting dan penting bagi Barca sepanjang musim ini. Sebelum peluit panjang berbunyi, kita terus percaya tiket final masih bisa digapai. Barca! Orgull Barca!

Perkiraan formasi:

FC Barcelona (4-3-3): Valdes; Alves, Pique, Song, Abidal; Busquets, Xavi, Iniesta; Villa, Messi, Tello.

FC Bayern Munchen (4-4-1-1): Neuer; Lahm, Boateng, Dante, Alaba; Robben, Martinez, Schweinsteiger, Ribery; Mueller; Mandzukic.

VISCA BARCA ! VISCA CATALUNA !


Previewed by FCB Indonesia

Kamis, 25 April 2013

Review Leg Pertama UCL 2012/2013 : Bayern MunchenBermain Sangat Nyaman Atas Barcelona



Rabu 24 April 2013 Bayern Munich tampil luar biasa pada leg pertama babak semifinal Liga Champions. Menghadapi Barcelona,mereka meraih kemenangan telak 4-0. Pada pertandingan yang berlangsung di Allianz Arena, , peluang sudah didapatkan Bayern ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Memanfaatkan umpan tumit Mario Gomez, Arjen Robben melepaskan tendangan dari jarak dekat. Namun, tendangan itu masih bisa diblok Victor Valdes.

Barca memang tampil relatif dominan dan memenangi persentase penguasaan bola, namun Bayern juga meladeninya dengan tempo tinggi. Baik Bayern maupun Barca sama-sama menerapkan pressing tinggi kepada lawan.

Berikut Moment – moment terbaik dalam laga semalam



Pada menit ke-15, Philipp Lahm melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti. Bola kemudian membentur Gerard Pique dan meninggalkan lapangan. Bayern mendapatkan sepak pojok. Lahm mengklaim bahwa bola telah mengenai tangan Pique, tetapi wasit mengatakan tidak dan hakim garis tidak mengangkat bendera tanda telah terjadi pelanggaran.

Pada menit ke - 25 Gol kemudian tercipta berkat umpan silang Robben disundul oleh Dante tepat di depan gawang Barca. Bola mengarah ke tiang jauh dan Mueller langsung menyambarnya, juga dengan sundulan. Gawang Valdes bobol. Kembali ada klaim handball , yakni ketika Dani Alves berduel dengan Dante untuk menyundul bola. Namun, lagi-lagi wasit dan hakim garis menyatakan tidak ada pelanggaran.





Pada menit ke – 49, Bayern menggandakan keunggulan. Mueller kali ini menjadi pemberi assist, sementara Gomez menjadi pendulang golnya.Berawal dari sepak pojok di sisi kiri pertahanan Barca, bola kemudian disundul oleh Mueller ke arah gawang. Di sana, Gomez sudah menunggu dan langsung menyambarnya dengan tendangan. 2-0.


Pada menit ke – 72 Bayern yang tampil percaya diri dan terus menyerang kembali membuat unggul, diawali operan-operan di depan kotak penalti Barca, bola diberikan kepada Robben di sisi kanan. Gelandang asal Belanda itu kemudian menggiring bola masuk ke dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan ke tiang jauh.



Pada menit ke -76 Sebuah tendangan bebas Xavi bisa diterima Bartra yang lolos dari jebakan offside , Namun demikian, bola sepakannya belum tepat ke sasaran melambung jauh dari gawang.

Pada menit ke - 81 Bayern kembali mencetak gol keempat. Padan sisi kanan pertahanan Barca yang lowong dimanfaatkan oleh David Alaba. Dia mengirimkan umpan terukur ke depan gawang dan Mueller dengan sigap menyelesaikannya menjadi gol. 4-0.

Ketika laga memasuki menit-menit akhir waktu normal, pasukan Barca mulai frustasi. Protes kepada wasit sering dilancarkan. Di pihak lain, Bayern semakin menikmati pertandingan dengan lebih banyak memainkanball possession.


Dengan hasil ini Bayern telah menapakkan satu kakinya di partai puncak final Liga Champions. Sedangkan bagi Barcelona, butuh perjuangan ekstra keras di laga second leg nanti jika ingin lolos ke Wembley.

Skor 4-0 itu kemudian bertahan sampai pertandingan selesai. Dalam catatan Opta, ini adalah pertama kalinya Barca kebobolan empat gol di Liga Champions sejak tahun 2005.

Susunan Pemain

Bayern Munich: Neuer, Lahm, Boateng, Dante, Alaba, Javi Martinez, Schweinsteiger, Robben, Mueller (Pizzaro 83), Ribery (Shaqiri 89), Gomez (Luiz Gustavo 71).

Barcelona: Valdes, Dani Alves, Pique, Bartra, Jordi Alba, Xavi, Busquets, Iniesta, Sanchez, Messi, Pedro (Villa 83).


Reviewed by FCB Indonesia

Sabtu, 13 April 2013

Review FC Barcelona vs Paris Saint Germain (Perdelapan Final UCL Leg II)

barca

Barcelona berhasil meraih tiket semifinal Liga Champions setelah bermain imbang dengan tamunya PSG di Camp Nou. Pertandingan yang berlangsung Kamis (11/4) dinihari WIB berkesudahan dengan skor sama kuat 1-1. Namun, Barca diuntungkan karena gol tandang 2-2 di markas PSG pekan lalu (aggregat 3-3).

Tidak hadirnya Messi di lini depan Barca membuat serangan demi serangan yang dilancarkan pasukan Tito Vilanova kurang berbuah hasil. Walaupun tidak masuk dalamstarting XI, nama Messi tetap ada di daftar cadangan Barca.

Permainan tuan rumah Barcelona di babak pertama tampak tidak berkembang dan beberapa kali mendapat ancaman yang cukup berarti dari tim tamu PSG. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Di paruh kedua, PSG lebih menggencarkan serangannya. Alhasil, di menit 49 anak asuh Carlo Ancelotti berhasil memecah kebuntuan lewat Javier Pastore. Berawal dari umpan terobosan Ibra yang melewatkan dua bek Barca dan bola bisa dikejar oleh Pastore. Dengan sprint sedikit, Pastore pun berhadapan dengan Valdes dan melakukan sontekan yang langsung tembus ke gawang Barca. 0-1 tuan rumah tertinggal.

psg

Saat keadaan tertinggal ini, Barca mencoba bangkit. Tito Vilanova pun memasukkan Messi yang memang telah direncanakan masuk jika memang dibutuhkan. Messi yang dari awal pertandingan sudah terlihat ‘gelisah’ berada di bench pun langsung melakukan pemanasan. Kurang lebih 10 menit pasca gol, pemain yang sebenarnya masih belum fit dan dalam tahap pemulihan cedera hamstring ini masuk menggantikan Cesc Fabregas. Tepuk tangan penonton pun mengiringi masuknya bintang Barca ini. Semua asa penonton pun bergantung pada Messi, pasalnya jika keadaan tertinggal 0-1 ini bertahan hingga akhir, maka langkah Barca di Liga Champions musim ini akan berhenti.

Permainan Barca pun mulai berkembang dan lebih tenang dengan masuknya Sang Mega Bintang. Serangan-serangan yang lebih mengancam pun dilancarkan ke gawang PSG. Akhirnya Barca berhasil menyamakan kedudukan di menit 70 lewat kaki Pedro Rodriguez. Diawali oleh tusukan Messi di pertahanan PSG dan pemain nomor punggung 10 ini melepaskan umpan kepada Villa. Namun, David Villa yang menerima umpan dari Messi terlalu dikepung banyak pemain. Sehingga El Guaje pun memberi bola kepada Pedro dan langsung menembak si kulit bundar dengan keras ke sisi kiri gawang PSG. 1-1 skor sama kuat.

pedro

Keadaan ini pun membuat tim tamu tertekan dikarenakan jika skor bertahan hingga akhir, Barca menjadi lolos karena agresivitas gol tandang. PSG pun mencoba kembali menyerang untuk mencuri gol. Tito Vilanova berduet dengan Jordi Roura di pinggir lapangan tidak tinggal diam, melihat keadaan ini telah menguntungkan Barca. Maka ia memilih untuk bertahan dengan mengganti David Villa dengan Alex Song. Di menit-menit akhir laga pun PSG kembali mencoba menyerang, Sirigu (kiper PSG) pun mencoba bantu penyerangan. Namun sampai peluit panjang ditiupkan wasit, skor tidak berubah 1-1. Barca pun lolos ke babak semifinal Liga Champions dengan aggregat 3-3 (unggul gol tandang). Di babak 4 besar tersebut, Barca kemungkinan akan melawan tim apa pun dari 3 lainnya yang lolos (Dortmund, Munchen, dan Real Madrid).

Semifinal kembali akan diundi pada Jum’at, 12 April 2013. Sedangkan leg 1 akan beralngsung pada 23 dan 24 April, leg 2 pada 30 April dan 1 Mei. Sementara partai puncak akan dihelat di Wembley pada 25 Mei mendatang. Semoga Barca bisa mengulangi sukses dua tahun silam dengan sampai ke partai final di Wembley dan membawa pulang tropi ‘Si Kuping Besar’. Visca Barca!

Susunan Pemain:

Barcelona: Valdes, Alves, Pique, Adriano (’61 Bartra), Alba, Xavi, Busquets, Iniesta, Pedro, Fabregas (’61 Messi), Villa (’84 Song)

PSG: Sirigu, Jallet (’87 Van Der Wiel), Alex, Thiago Silva, Maxwell, Lucas Moura, Verratti (’83 Beckham), Motta, Pastore, Lavezzi (’81 Kevin Gameiro), Ibrahimovic


Reviewed by FCB Indonesia

Minggu, 07 April 2013

Review Barcelona vs Real Mallorca, Laga Tanpa Messi dan Comeback Abidal Pasca Kanker


tito vilanova
Sabtu malam 6 April 2013 waktu setempat, Barcelona berhasil menang telak atas tamunya Real Mallorca dengan lima gol tanpa balas. Bermain di depan publik sendiri, Camp Nou, para Jugadors Barca mendapat angin segar dan sangat termotivasi setelah kembalinya Tito Vilanova ke bench Barca.
cesc fabregas
Pada pertandingan tadi dinihari WIB, Barca tampil menyerang dari mulai jalannya laga. Beberapa kali para pemain Barca memberi ancaman ke gawang Mallorca yang dijaga oleh Dudu Aouate. Namun, gol baru tercipta di menit 20 lewat kaki Cesc Fabregas yang mengisi posisi Lionel Messi secara formasi. Kerjasama satu dua Fabregas dengan Alexis Sanchez memudahkan nama pertama untuk menceploskan bola ke dalam gawang. 1-0 Barca Unggul.
sanchez
Hanya berselang dua menit, Barcelona langsung menggandakan keunggulannya lewat gol dari Alexis Sanchez. Berawal dari tendangan Cesc Fabregas di dalam kotak penalti, kemudian bola hasil sepakan itu ditepis oleh penjaga gawang Mallorca. Hasil tepisan dari bola rebound di sisi kiri pertahanan Mallorca langsung disambut dengan tendangan yang mengarah ke gawang oleh Alexis Sanchez. 2-0 Barca menggandakan keunggulan.
cesc
Unggul dua gol belum menyurutkan permainan Barca, pasukan Tito Vilanova ini terus menggempur pertahanan Mallorca. Serangan demi serangan pun tetap dilancarkan. Alhasil, di menit 36 dan 37 Barca kembali menambah pundi-pundi golnya lewat aksi Cesc dan Alexis. Gol ketiga lagi-lagi diawali dengan kerjasama satu dua Fabregas dengan Alexis Sanchez sebelum pemain nomor punggung 4 itu menuntaskan tugasnya dengan menendang bola ke sisi kanan kiper Mallorca. 3-0 Barca memimpin.
alexis
Gol ke-4 Barca lahir dari kaki Alexis Sanchez setelah menerima umpan lambung dari Cesc Fabregas. Meski dibayang-bayangi oleh dua pemain Mallorca di kiri dan kanan Alexis tak membuat dia goyah untuk melakukan sontekan ke gawang Aouate. 4-0 Barca unggul jauh dari tamunya Mallorca. Selebrasi Sanchez pada gol keduanya ini tak lupa untuk memeluk Abidal yang berada di pinggir lapangan. Skor 4-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
barca
Usai turun minum ternyata Barca masih ingin menambah jumlah golnya, alhasil semenit babak kedua berjalan Cesc Fabregas lagi-lagi menggetarkan gawang Mallorca sekaligus mencatatkan namanya di papan skor sebagai hat-trick. Berawal dari umpan datar menerobos Iniesta kepada Fabregas yang berada di kotak penalti. Kemudian Cesc mengecoh satu pemain Mallorca sebelum menendang bola ke gawang tim tamu. 5-0 Barca memimpin jauh.
jona
Setelah unggul 5 gol tanpa balas, Tito pun melakukan rotasi pemain. Di menit 50, Andres Iniesta ditarik keluar dan memasukkan Jonathan Dos Santos. Daya serang Barca pun sedikit mengendur setelah keluarnya Sang Ilusionis Iniesta, namun di sisi lain hal ini juga bagus untuk memberi kesempatan kepada pemain muda beraksi di lapangan pertandingan. Sekaligus menyimpan tenaga dari Don Andres untuk laga leg 2 babak perempat final Liga Champions beberapa hari kedepan.
deulofeu
Mallorca pun sempat mencetak gol di menit 53 yang berawal dari tendangan penjuru, namun wasit menganulir gol tersebut karena terjebak offside. Pertandingan tetap berlanjut dengan didominasi serangan Barca, namun tidak ada lagi gol tercipta setelah keluarnya Iniesta. Tito Vilanova kembali melakukan rotasi dengan menarik pencetak hat-trick pada laga itu Cesc Fabregas dan menggantikannya dengan Deulofeu di menit 65. Lagi-lagi Tito Vilanova ingin mengembangkan potensi dari pemain generasi muda.
abidal
Lima menit setelah masuknya Deulofeu, Camp Nou pun bergemuruh ketika Abidal dipersiapkan di pinggir lapangan. Menit 70, Pique pun ditarik keluar digantikan dengan Abidal. Seluruh penonton yang hadir di stadion memberi tepuk tangan yang meriah sambil berdiri kepada King Abi. Pemain nomor punggung 22 itu secara resmi kembali merumput pada pertandingan tadi malam pasca operasi transplantasi hati. Kurang lebih 20 menit ia bermain di depan publik sendiri.

Hasil akhir 5-0 bertahan hingga laga berakhir. Raihan 3 poin ini mengokohkan Barca di puncak klasemen dengan koleksi 78 poin dari 30 laga, selisih 13 poin dari Real Madrid di posisi 2. Hasil ini sekaligus membuktikan bahwa Barca tetap ‘masih ada’ walaupun tanpa kehadiran Sang Mega Bintang Lionel Messi yang absen karena cedera. Kini Barca mempersiapkan diri pada leg 2 babak perempat final Liga Champions melawan PSG beberapa hari kemudian. Hasil seri 2-2 di leg 1 membuat Barca harus kerja lebih keras di Camp Nou agar bisa mendapatkan tiket semifinal. Visca Barca!

Susunan Pemain:

Barca: Pinto, Alves, Pique (Abidal 70′), Bartra, Montoya, Thiago, Song, Iniesta (Jonathan 50′), Sanchez, Fabregas (Deulofue 65′), Tello.
Cadangan: Villa, Jonathan dos Santos, Busquets, Jordi Alba, Abidal, Deulofeu, Oier

Mallorca: Aouate, Hutton, Nunes, Bigas, Kevin, Nsue (Arizmendi 45′), Pina (Marquez 70′), Alvaro, Giovani, Tissone, Hemed (Luis Marti 45′)
Cadangan: Javi Marquez, Víctor, Martí, Arizmendi, Fontás, Mino, Ximo Navarro

Statistik Barca – Mallorca (via WhoScored.com)
Shots : 22 – 13
Shots on goal : 9 – 3
Penguasaan bola : 75% – 25%
Pelanggaran : 12 – 14
Corner : 5 – 5
Offside : 2 – 2
Kartu kuning : 1 – 1
Kartu merah : 0 – 0


Reviewed By FCB Indonesia

Review PSG vs Barcelona UCL Babak 8 Besar 2012/2013


psg vs barca


Laga Paris Saint-Germain (PSG) FC kontra FC Barcelona pada putaran pertama babak 8 besar Liga Champions 2012/13 hari Selasa, 2 April 2013, malam waktu kota Paris akan dikenang sebagai ajang uji nyali oleh pelatih PSG, Carlo Ancelotti. Walau sepanjang musim ia relatif ‘adil’ dalam menerapkan dua formasi utama, 4-3-3 dan 4-4-2, namun sebenarnya banyak yang sebelum pertandingan tersebut sudah lebih dulu memaklumi bila PSG akan bermain aman lewat strategi bertahan dengan hanya mengandalkan serangan balik.

Nyatanya jauh berbeda. PSG tampil dengan formasi 4-4-2, tanpa gelandang bertahan ‘murni’, memainkan gelandang gaek David Beckham sebagai starter, mendorong kedua bek sayap naik membantu serangan. Bukan itu saja. Dalam situasi bola mati, Ancelotti mengizinkan duet bek tengah mereka maju ke kotak penalti Barca.

Tak ada kejutan dalam line-up PSG selain kehadiran Beckham. Idealnya, Ancelotti pasti masih ingat dengan komentar salah satu legenda Manchester United, George Best, tentang Beckham. Best pernah bilang, “Beckham tidak bisa menendang dengan kaki kiri, tidak bisa menyundul bola, tidak bisa menekel dan tidak mencetak cukup banyak gol. Selebihnya Beckham bermain baik.” Maka memang sebuah resiko tinggi bagi PSG saat Ancelotti memainkan Beckham sejak menit pertama dengan posisi strategis menutup keempat bek di belakangnya. Memainkan Beckham yang tidak ahli bertahan dihitung oleh Ancelotti sebagai resiko kecil dibanding manfaat yang bisa diberikannya lewat umpan-umpan terukur ke penyerang jangkung, Zlatan Ibrahimovic.

Sebaliknya, terhadap Blaise Matuidi, gelandang penuh energi yang biasanya diplot sebagaibreaker, Ancelotti mendorong posisinya lebih ke depan. Bersama Javier Pastore di kiri, Lucas Moura di kanan, dan Ezequiel Lavezzi yang rajin naik turun, ia membentuk empat serangkai penekan gelandang Barca. Mereka berempat dirancang untuk bermain rapat di area tengah permainan, tanpa terlalu banyak bergerak ke sayap. Skenarionya adalah begitu bola didapat oleh barisan belakang PSG, diumpankan ke Beckham, lalu dilambungkan jauh ke depan dengan target Ibrahimovic. Ketika bola diperebutkan oleh Ibrahimovic kontra bek-bek Barca, mereka berempat bersiaga untuk menyambut bola liar.

Maka tak heran pada laga tersebut, jarang kita melihat aksi Moura menggiring bola di sisi sayap seperti halnya dulu sering ia lakukan saat berkostum Sao Paulo. Pun demikian dengan Pastore. Untuk urusan menyerang lewat sayap, Ancelotti lebih menginstruksikan Christophe Jallet di kanan dan Maxwell di kiri untuk naik membantu serangan. Dengan padatnya pemain-pemain PSG di area tengah permainan, kinerja beberapa pemain Barca menjadi tidak begitu terlihat, terutama Sergio Busquets. Busquets yang biasanya bermain efektif berbagi tugas pengawalan dengan bek-bek Barca, malam itu terlihat sering salah mengambil posisi. Contohnya saat gol kedua PSG terjadi. Bila menilik dari sisi pengawasan wilayah, wilayah terjadinya gol kedua PSG oleh Matuidi adalah tanggung jawab Busquets, sementara pengawalan Ibrahimovic sebagai pemberi assist lewat sundulan adalah tanggung jawab duet bek tengah Barca, Gerard Pique dan Marc Bartra.

Gol oleh Matuidi tersebut adalah klimaks dari skenario pengkonsentrasian serangan PSG lewat jalur tengah lapangan. Tambahan lagi, barisan pertahanan Barca, dimulai dari Busquets, tampaknya tidak siap dengan fungsi serbabisa Ibrahimovic. Ancaman pertama PSG di menit-menit awal babak pertama lewat tembakan Lavezzi yang membentur tiang gawang Victor Valdes adalah salah satu bentuk perubahan fungsi tersebut. Saat Lavezzi berlari ke depan mendekati kotak penalti Barca, Ibrahimovic sudah terlihat bergerak menjauhi ‘kotak penyerang tengah’ yang diambil oleh Lavezzi.

Sebelum gol oleh Matuidi tersebut, gol pertama PSG juga menegaskan kelengahan Barca dalam hal bola udara. Terlepas dari posisi Ibrahimovic yang berada dalam posisi off-sideuntuk menjemput bola yang membentur tiang gawang Valdes, tayangan ulang menunjukkan saat naik ke udara menyundul bola, yang tertangkap kamera adalah dua orang pemain PSG tanpa ada pemain Barca ikut menyundul di dekatnya, dimana kepala Silva-lah yang berhasil mengenai bola. Harusnya para pemain Barca sudah paham lebih awal bahwa duet bek tengah PSG, Silva dan Alex, telah menyumbangkan nyaris 25% dari 17 gol PSG hingga matchday 8 Liga Champions saat menyingkirkan Valencia. Positioningyang tak cermat terhadap bola udara oleh para pemain Barca dihukum oleh dua gol penyama kedudukan oleh PSG. Ini mengulang kesalahan yang juga terjadi di jornadaterakhir pekan kemarin saat gol sundulan oleh Oubina di pengujung laga menyelamatkan satu poin bagi Celta Vigo.

psg vs barca

Belajar dari kemenangan penting 4-0 atas AC Milan di babak 16 besar, Barca kembali mencoba mengulang peragaan formasi 3-4-3. Skenarionya mirip. Di depan, Francesc ‘Tito’ Villanova menderetkan Alexis Sanchez – Lionel Messi – David Villa, dari kiri ke kanan. Ketika menyerang lewat sayap kanan, Villa masuk ke tengah, Messi mundur sedikit ke belakang, dan Dani Alves naik menjadi sayap kanan. Cara normal 4-3-3 baru terjadi bila serangan dilakukan dari sayap kiri, dimana Andres Iniesta bersama Sanchez dan Jordi Alba berusaha membongkar sektor yang dikawal Jallet. Cedera yang dialami Messi pada akhir babak pertama tidak mengubah gaya bermain Barca sekalipun posisi Messi diambil oleh Cesc Fabregas di babak kedua.

Barca kurang beruntung dengan jatah pergantian pemain yang harus dilakukannya pada malam itu. Dua dari tiga pergantian pemain terpaksa dilakukan karena cedera yang dialami Messi dan Javier Mascherano. Sementara satu pergantian lainnya dengan memasukkan Cristian Tello tidak menuai dampak signifikan terkait psikologis pertandingan yang sudah sama kuat 1-1 saat pergantian dilakukan.

Kontras dengan Barca, PSG sukses dengan rencana pergantian pemain yang dilakukan Ancelotti. Ancelotti melakukan tiga pergantian pemain hanya dalam 11 menit, dengan semua pergantian diorientasikan pada peningkatan serangan PSG. Pergantian pertama dilakukan pada menit ke-66 dengan menarik keluar Lavezzi dan memasukkan Jeremy Menez. Menez yang segar menggantikan peran Lavezzi untuk naik turun antara posisi gelandang dan penyerang. Bedanya dengan Lavezzi, Menez lebih banyak beroperasi dari sektor kanan pertahanan Barca, terutama setelah pergantian ketiga dengan masuknya Kevin Gameiro menggantikan Pastore.


messi

Satu-satunya ‘gelandang bertahan’ PSG malam itu, yakni Beckham, diganti pada menit ke-70 dengan alasan stamina. Sesungguhnya dengan kontribusi umpan-umpan jauhnya, Beckham telah cukup sering mengirimkan sinyal bahaya ke daerah pertahanan Barca. Pergantian ketiga atau yang terakhir dilakukan Ancelotti adalah pada menit ke-76 dengan memasukkan Gameiro dan menempatkannya sebagai partner Ibrahimovic, sementara Menez digeser ke posisi yang ditinggalkan Pastore.

Strategi agresif yang diterapkan oleh Ancelotti menyelamatkan ‘nyawa’ pertandingan PSG kontra Barca. Bukannya mengikuti pola umum dari tim-tim yang menyingkirkan Barca dengan hanya mengandalkan serangan balik, Ancelotti malah memulai pertandingan dengan menempatkan lebih banyak pemain bertipe serang. Pun di luar strategi menyerangnya yang lebih banyak langsung menusuk area sentral pertahanan lawan tanpa memaksakan diri menerobos lewat tepi lapangan, tak terlihat gaya bermain ala Italia yang cenderung menumpuk pemain bertahan dan bertempo lambat. Namun sayangnya Barca kali ini kurang maksimal memanfaatkan ‘peluang’ jual-beli serangan yang ditawarkan Ancelotti. Maksimalkan di leg kedua, Barca!

Visca Barca!


Reviewed by FCB Indonesia