Like Us

Tampilkan postingan dengan label Tips Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Kerja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2013

7 Cara Menarik Perhatian dan Mengambil Hati Atasan


Banyak cara yang bisa dilakukan oleh seseorang untukmenarik perhatian atasan. Mulai dari datang lebih awal ke kantor, bekerja keras tanpa henti, bahkan rela pulangterlambat hanya gara-gara ingin menunjukkan kepada atasan bahwa Anda adalah pekerja keras dan patut mendapatkan promosi segera. Apa saja langkah-langkahnya, simak yang berikut ini :

1. Fokus Pada Pekerjaan

Apapun yang Anda kerjakan, cobalah untuk berpikir mengenai, "Apa lagi yang bos perlukan?" Tindakan seperti ini menunjukkan kalau Anda mau berbuat sesuatu yang berbeda. Kalau perlu, diskusikan juga dengan bos, galilah hal-hal apa saja yang diinginkannya, lalu penuhilah apa yangdimintanya tersebut.

2. Jangan Pernah Mengeluh

Terimalah semua tugas Anda dengan lapang dada. Kalau pun Anda merasa bahwa Anda tidak mampu mengerjakannya, jangan ungkapkan itu, dan carilah bantuan yang bisa membantu Anda mengerjakan tugas tersebut.

3. Update Selalu Bos Anda

Jangan lupa untuk meng-update bos Anda tentang perkembangan proyek yang tengah Anda tangani. Anda bisa memberitahunya lewat email untuk menghemat waktu. Dengan demikian, atasan Anda tak akan ketinggalan dan bisa memantau perkembangan tugas yang diserahkan pada Anda setiap waktu.

4. Tekankan Anda Mengerti Perintahnya

Ulangi kata-kata bos dengan "Jadi, yang saya mengerti adalah.." Tindakan inimerupakan cara untuk mengingatkan bos serta menandakan bahwa Anda bisamenangkap pesannya.

5. Pertahankan Eye Contact

Tenangkanlah hati bos dengan cara menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan semua hal yang dikatakannya. Anda bisa melakukannya dengan menatap mata bos Anda. Sebaliknya, jangan memandang ke atas kepala bos dan melirik kesana kemari. Pusatkan perhatian Anda pada lawan bicara Anda.

6. Tunjukkan Anda Peduli

Tak ada salahnya untuk mengirim kartu terima kasih atau ucapan selamat saatbos Anda sedang meraih kesuksesan. Akan lebih baik lagi, jika semua ucapan ditulis dengan tulisan tangan Anda sendiri, bukan hasil cetak mesin printer.

7. Pertahankan Meja Kerja Dalam Kondisi Rapi

Biasakan mengarsip berkas-berkas kerja Anda dengan baik. Buang barang-barang yang memang tidak diperlukan. Jika Anda sudah tak pernah lagi kehilangan kertas kerja gara-gara terlalu banyak barang di meja kerja, maka sudah pasti bos Anda akan mempercayai semua tugas penting pada Anda.


Jumat, 01 Maret 2013

Pertanyaan Yang Harus Diwaspadai Ketika Wawancara Kerja


Wawancara kerja merupakan sebuah proses penting dalam perekrutan dunia pekerjaan.  Sebuah wawancara pasti memeiliki banyak pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui apakah seseorang tersebut layak diterima bergabung bersama perusahaan yang membutuhkan. Dalam wawancara pula bisa menjadi penentu apakah seseorang berhasil diterima untuk bekerja pada suatu perusahaan. Berikut beberapa pertanyaan yang perlu diwaspadai dan dijawab dengan penuh pemikiran yang matang, tetapi tetap membutuhkan kejujuran jawaban yang diberikan. Nah, langsung aja cekidot nih beberapa pertanyaan tersebut :

1. Menurut Anda sendiri… apakah Anda ini pintar?


(ingat, ada beda antara rendah hati dan rendah diri. Dan ini bukanlah waktu untuk menjadi sempurna pada keduanya.)

Iya. Dalam artian bahwa kepintaran di sini bukan sekedar diukur dari hasil tes IQ. Saya pikir kepintaran seseorang akan benar2 tampak ketika seseorang menghadapi beragam situasi dan berinteraksi dengan banyak orang. Dan dari aspek itulah saya merasa miliki keunggulan. Saya memiliki rasa percaya diri yg besar pada kemampuan saya untuk bekerja dengan orang lain, menyelesaikan permasalahan bisnis, dan juga membuat keputusan yg terkait urusan kerja. Tentu saja masih ada banyak hal yang saya belum tahu, tapi saya optimis bahwa saya bisa mempelajarinya. Sehingga saya lalu juga mengartikan kepintaran sebagai kemampuan yg baik untuk mengajukan pertanyaan pintar, mendengarkan dengan seksama, dan menyadari tak ada orang yg tahu tentang segalanya.

2. Apakah Anda merasa bosan bila harus melakukan pekerjaan yg sama berulang-ulang?


Tidak juga. Bila pekerjaan itu memang sudah menjadi tugas saya, maka saya tidak akan merasa bosan karena itu memang tanggung jawab saya untuk merampungkannya dengan kemampuan terbaik. Menurut saya, pekerjaan itu tidaklah harus punya sifat menghibur, yang penting saya telah meyakini bahwa itu adalah harga yg harus dibayar untuk meraih kesuksesan yg lebih tinggi.

Saya berpendapat bahwa bila ada seseorang yang mudah bosan dengan repetisi, maka dia bisa jadi akan mengalami masalah yg cukup serius nantinya. Karena terkadang kita harus mengesampingkan kesukaan kita dan berfokus pada melakukan apa2 yang memang harus dilakukan – meskipun itu bukanlah suatu hal yg baru.

Saya pikir sampai saat ini saya sudah terlalu sibuk untuk mengerjakan tugas saya sehingga sampai2 tidak sempat untuk merasa bosan :wink:

3. Anda lebih menyukai kerja dalam tim atau sendirian?


Bekerja dalam tim adalah salah satu elemen terpenting dalam sukses karir dan juga hidup. Sepengetahuan saya, bila seseorang tidak bisa bekerja dengan baik dalam tim, maka dia pun biasanya juga akan susah untuk bekerja dan berkomunikasi secara produktif dalam hubungan orang per orang.

Meskipun kerja tim amatlah penting, namun saya tetap mampu produktif dalam bekerja sendirian. Terkadang tekanannya memang terasa lebih berat, tapi saya sudah terbiasa untuk menganggapnya sebagai tantangan. Terkait manakah yg saya pilih; apakah bekerja dalam tim atau sendiri, maka itu tergantung pada manakah cara yg terbaik untuk merampungkan pekerjaan. Atas pilihan mana pun, saya masih bisa bekerja sama kerasnya dan dengan inisiatif penuh.

4. Apakah Anda suka bekerja dengan “benda”; apapun bentuknya?


(bila memang iya, apalagi pekerjaannya memang membutuhkan kompetensi teknis)

Ya, sedari dulu saya memang punya bakat dan kecepatan dalam mempelajari kemampuan teknis. Saya suka sekali bekerja dengan mesin dan gadget. Ketertarikan saya itu membuat saya bisa mengoperasikan banyak perangkat. Meskipun begitu saya juga punya kemampuan untuk mengkonseptualisasi sebuah penugasan dan lalu menerjemahkan konsep itu ke dalam bentuk konkrit implementasi di lapangan (baca: artinya klo Bapak ngasih saya perintah, bapak ndak perlu tahu tentang cara pengoperasian perangkat/mesin/gadget untuk memfasilitasi perintah itu. Cukup katakan saja perintahnya, ntar saya bisa kok mendayagunakan semua perangkat/mesin itu untuk memfasilitasi keinginan bapak.)

5. Apakah Anda suka bekerja dengan angka?


(bila memang iya, atau bila pekerjaannya memang membutuhkan kemampuan analitis dan matematis)

Tentu saja. Itu memang yang menjadi dasar untuk pekerjaan ini. Saya punya bakat yang kuat dalam mengurusi angka saya mampu menangani sisi hitung-hitungan dari bisnis. Pencatatan dan pembukuan yang akurat memang bagian manajemen yang penting dan bisa membantu dalam menunjukkan wilayah2 yang bisa dikembangkan. Dan di bagian situlah saya memiliki bakat dan kemampuan.

6. Apakah Anda suka bekerja dengan orang?


(bila memang iya, atau situasi yang diharapkan memang adalah kerja tim)

Iya, sangat. Bila kita bermaksud untuk memenuhi target dan menindaklanjuti rencana pertumbuhan yang telah dicanangkan, maka kita memang harus mengatur dan mengkoordinasi kerja dari banyak orang. Saya percaya dengan kekuatan sinergi dalam kerja tim, di mana daya kreativitas yang muncul di sana akan lebih besar ketimbang yang bisa dimunculkan oleh orang per orang secara sendiri-sendiri.

(tapi bila tidak, atau bila pekerjaannya menuntut Anda untuk bisa kerja sendirian)

Saya selalu bisa bekerja dengan orang lain, tapi saya tak punya kesulitan untuk bekerja sendirian. Saya punya kemampuan inisiatif yang besar. Saya juga bisa membuat target-target secara mandiri, atau menjalani target yang ditugaskan dan merampungkannya.

7. Apakah Anda betah menangani hal-hal detail?


Iya, saya kira begitu. Saya bersedia melakukan apa-apa yang ditugaskan kepada saya. Bila ketelitian ekstra pada detail adalah salah satu prasyarat di dalamnya, maka saya pun akan melakukannya. Saya percaya bahwa sukses dan percepatan karir adalah hasil langsung dari terlaksanya tugas dengan baik, termasuk di dalamnya adalah ketelitian pada hal-hal yang detail.

8. Apakah Anda punya jiwa kompetitif?


Iya, saya punya itu. Menurut saya, sifat kompetitif itu diperlukan agar bisa sukses di lingkungan korporat. Namun dengan sifat kompetitif ini bukan berarti berkompetisi secara ganas dengan rekan kerja untuk mendapatkan pengakuan, kenaikan gaji, atau promosi. Bila saya bekerja dengan baik dan selalu memberikan upaya terbaik, saya yakin imbalannya pasti akan datang.

Yang penting, kompetisi terbesar adalah dengan diri saya sendiri. Maksudnya, saya selalu berusah memecahkan rekor pribadi saya sendiri – untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih cepat dari yang sudah pernah saya lakukan.

9. Apa yang Anda lakukan bila Anda punya cara pandang yang berbeda dengan atasan?



Yang jelas saya bukan seorang yes-man. Tapi meskipun begitu, saya cukup berhati-hati dengan bagaimana saya mengekspresikan pendapat. Saya tidak akan seenaknya menyatakan ketidaksepakatan saya atas pimpinan di depan banyak orang. Karena saya tahu rata-rata orang tidak suka dicela di depan umum. Selama rapat berlangsung, saya biasanya membuat mencatat dengan baik, lalu memberikannya kepada orang lain secara rahasia. Saya percaya kita bisa menunjukkan ketidaksepakatan dengan tanpa menunjukkan sikap pertentangan. Yang penting kan bukan ketidaksepakatan kita itu, namun adalah agar pendapat kita didengar dan dihargai. Dan saya tahu betul bahwa cara kita menyampaikan sesuatu akan menentukan apakah pendapat kita akan didengarkan atau tidak.


Senin, 11 Februari 2013

Tips Sukses Melamar dan Wawancara Kerja


Kini semua orang berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan. Maka dari itu, manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya saat dipanggil interview kerja. Sebelum mengikuti wawancara, siapkan diri terlebih dahulu dengan berbagai pengetahuan. Liputah khusus hari ini, Jumat (8/2/2013) membahas tentang wawancara kerja dan seluk-beluknya.

Selain mengerti area bisnis dalam perusahaan, Anda perlu tahu tuntutan pekerjaan pada bagian yang dipilih. Misalnya melamar ke perusahaan advertising tapi memilih bagian keuangan, Anda harus tahu dan menguasai bidang tersebut karena nanti akan ditanya seberapa mampu Anda mengembangkan perusahaan.

Tidak hanya itu saja, budaya dalam perusahaan serta jam kerjanya pun perlu dicari tahu terlebih dahulu untuk menambah pengetahuan Anda saat wawancara kerja. Dengan demikian, Anda terlihat memiliki niat yang besar untuk bergabung dalam perusahaan.

Penampilan pun memegang peranan penting saat melamar kerja. Salh kostum bisa jadi kesempatan melayang. Ingatlah kesan pertama begitu menentukan. Ada beberapa perusahaan yang 80 persen penilaiannya dilihat dari cara berpakaian si pelamar. Namun ada pula perusahaan yang memberikan penilaian 50 persen untuk penampilan sisanya berdasarkan jawaban-jawabannya.

Ada beberapa hal lainnya yang bisa jadi pertimbangan, seperti cara berjalan yang baik kemudian berjabat tangan dengan pewawancara sambil menatapnya ramah. Berikan sapaan dengan bahasa yang tepat dan santun, coba semaksimal mungkin memberikan citra positif di hadapan pewawancara. Agar tidak salah jalan, simaklah rangkaian artikelnya.


Sumber : Selamat Mencoba

8 Bahasa Tubuh Yang Menentukan Anda Layak Untuk Diterima atau Ditolak Kerja


Sedang bersiap untuk menjalani sesi wawancara kerja? Pelajari dulu bahasa tubuh yang bisa menentukan kesuksesan atau kegagalan Anda. Berikut ini bahasa-bahasa tubuh yang sebaiknya tidak dilakukan ketika menjalani wawancara kerja seperti dipaparkan careerbuilder.

1. Membetulkan Pakaian


Buat kesan pertama yang baik sejak awal dipanggil wawancara kerja. Salah satunya adalah dengan tidak membetulkan pakaian ketika Anda masuk ke dalam ruangan wawancara. Hindari masuk ke ruangan sambil membetulkan celana atau dasi. Persiapkan busana yang Anda pakai dengan baik sebelum dipanggil ke dalam ruangan.

2. Berjabat Tangan / Bersalaman


Saat bersalaman usahakan Anda tidak menekan telapak tangan interviewer terlalu keras. Tapi jangan juga terlalu cepat melepaskan tangan sehingga mengesankan Anda tidak ingin bersentuhan dengan pewawancara.

3. Kontak Mata


Mulai dari bersalaman hingga menjawab pertanyaan pewawancara, lakukan kontak mata. Jangan sampai Anda melamun atau memberikan tatapan kosong selama wawancara berlangsung.

4. Menggaruk Belakang Kepala atau Leher


Bahasa tubuh ini bisa membuat pewawancara berpikir Anda tidak tertarik dengan ucapannya.

5. Menyentuh Hidung





Sering menyentuh hidung bisa mengindikasikan Anda tidak benar-benar jujur dan tentu saja mengesankan Anda jorok.

6. Menyilangkan Tangan di Depan Dada


Bahasa tubuh ini menunjukkan Anda tidak ramah dan menjaga jarak dengan pewawancara.

7. Menyilangkan dan Sambil Menggoyangkan Kaki


Posisi duduk ini mengganggu dan menunjukkan Anda merasa tidak nyaman.


8. Duduk bersandar


Posisi duduk ini mengindikasikan Anda tidak tertarik dan tidak siap dalam wawancara kerja.

Jadi, jagalah sikap Anda ketika sedang melamar kerja. Kesan pertama sangat berpengaruh terhadap kelangsungan tindakan Anda di tempat kerja Anda akan melamar. Semoga Bermanfaat :)