Like Us

Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 April 2013

Hari Raya Paskah Umat Kristen


Kalau ditanya secara umum, hari raya manakah merupakan hari raya terbesar bagi orang Kristen? Jawabannya pastilah Hari Natal. Namun menurut iman Kristen, hari Natal bukanlah hari raya terbesar, melainkan hari Paskah, yang memperingati kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Mengapa? Karena kalau tidak ada kebangkitan, sia-sialah seluruh pemberitaan dan kepercayaan orang Kristen. Orang Kristen percaya bahwa kematian Yesus bukan kematian biasa, karena Yesus mati disalib (suatu hukuman mati yang paling kejam). Luar biasanya kematian Yesus bukan saja penderitaannya yang luar biasa di atas salib, terlebih lagi karena bersedia melaksanakan kehendak Allah Bapa untuk menjadi korban penebusan bagi semua manusia yang berdosa. Kebangkitan Yesus juga bukan kebangkitan biasa, memang dalam sejarah manusia tercatat orang yang sudah mati bisa hidup kembali cukup banyak, namun yang sudah bangkit dan tidak mati lagi sama sekali tidak pernah ada. Tuhan Yesus adalah satu-satunya manusia yang sudah mati dan hidup kembali selama-lamanya.

HARI MINGGU

Orang Kristen yang paling dini, merayakan hari Paskah pada setiap hari Minggu. Hari Minggu semulanya adalah hari Matahari bagi orang Yunani. Yang aneh, orang Tionghoa juga menganggap matahari sebagai hari Minggu (catatan hari-hari yang lain bagi orang Tionghoa, bulan - hari Senin, api - hari Selasa, air - hari Rabu, kayu - hari Kamis, logam - hari Jumat, tanah - hari Sabtu). Hari Matahari ini masih dipakai di negara barat dengan nama Sunday, Zondag atau Sonntag. Orang Kristen pada waktu itu hanya mengakui Yesus sebagai Tuhan, karena telah bangkit dari kematian pada hari Minggu dan mengadakan hari kebaktian pada hari "matahari" sebagai tanda penghormatan kepada Yesus. "Matahari Kebenaran" Sebutan Hari Minggu dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Portugis "Dominggo" artinya Tuhan, maka hari Minggu berarti Hari Tuhan, inilah pengakuan bahwa setiap tujuh hari ada satu hari menjadi miliknya Tuhan dan hari untuk Tuhan. Hari Minggu ditetapkan menjadi hari besar pada tahun 321 oleh Kaisar Konstantin. Sampai saat ini seluruh dunia masih mengakui hari Minggu menjadi hari libur resmi, tapi jarang orang mengetahui asal usulnya, juga tidak mengetahui hari Minggu sebenarnya adalah hari Paskah bagi Gereja semula. Apabila hari Paskah adalah hari Minggu, berarti setiap tahun ada 52 hari Paskah, sungguh suatu keajaiban, karena tidak ada hari Raya yang begitu banyak harinya dan menjadi hari libur resmi seluruh dunia.

JUMAT AGUNG


Setiap tahun ada satu hari yang khusus disebut hari Paskah. Orang Kristen Yahudi menganggap hari Paskah masih berkaitan dengan hari Paskah Israel, yang artinya "berlalu", yaitu suatu hari penyelamatan mereka ketika masih menjadi budak di tanah Mesir, jadi tanggalnya adalah hari ke-14 bulan Nissan menurut kalender Yahudi, harinya bisa hari Minggu juga bisa hari yang lain. Bagi orang Kristen yang berasal dari bangsa lain berpendapat bahwa Paskah harus dirayakan pada hari Minggu. Maka gereja menetapkan tanggalnya Paskah pada hari Minggu sesudah bulan purnama tanggal 21 Maret musim semi. Maka tanggal hari Paskah setiap tahun berlainan namun pasti jatuh pada salah satu hari Minggu antara tanggal 22 Maret dan 25 April. Tahun ini hari Paskah jatuh pada tanggal 31 Maret, nanti tahun 2005 jatuh pada tanggal 27 Maret, tapi tahun 2010 jatuh pada tanggal 4 April.

Karena hari Minggu sudah otomatis hari besar, sehingga kurang dirasakan nuansa hari raya. Hari Paskah yang khusus ini harus ada kaitannya dengan hari Jumat Agung, yaitu suatu hari untuk memperingati kematian Yesus. Peringatan akan kematian Yesus hanya bisa dihayati oleh orang yang percaya kepada Yesus, karena hanya orang Kristen baru bisa bersyukur atas karya Salib Tuhan Yesus. Orang Kristen percaya Yesus benar-benar sudah mati bagi manusia dan juga percaya Yesus benar-benar bangkit dari kematian. Inilah hari Jumat Agung dan Hari Paskah.

LAMBANG HARI PASKAH


Lambang hari Paskah yang paling umum adalah Telur dan Kelinci. Anak TK Kristen dan Sekolah Minggu sering diadakan perlombaan mencari telur atau menghias telur. Apa hubungan Paskah dengan Telur dan Kelinci? Hubungan langsung sebenarnya tidak ada, hanya ada sedikit latar belakang makna Paskah. Pada waktu musim semi, kelinci dianggap sebagai lambang kesuburan, karena berkembang biak dengan cepat, dijadikan lambang kehidupan yang berlimpah dalam Kristus. Demikian juga telur adalah lambang cikal bakal kehidupan dijadikan lambang bangkitnya kehidupan. Musim semi bagi orang di belahan bumi bagian utara adalah musim yang munculnya kembali kehidupan, pohon mulai bertunas, bunga mulai bermekaran, burung dan unggas mulai bertelur, binatang mulai berkeliaran, sungguh suatu kehidupan yang bersemi. Kata hari Paskah dari bahasa Inggris dan Jerman, yaitu Easter dan Ostern, diambil dari nama Dewi Musim Semi, dewiEastre atau dewi Austra. Memang Paskah selalu jatuh di musim semi, sehingga lambang dan nama yang semula tidak terdapat dalam Alkitab telah diambil alih.

Lambang hari Paskah bagi orang Kristen yang sebenarnya adalah Salib dan Kubur yang kosong. Terutama tanda Salib sudah demikian populer. Namun masih sangat kurang orang mengerti makna Salib yang sebenarnya. Salib tidak lain adalah lambang yang menyatakan Tuhan Yesus telah mati untuk menjadi penebusan manusia dan juga menyatakan kuasa kebangkitan Tuhan yang mengalahkan maut.

MAKNA HARI PASKAH

Makna Hari Paskah atau hari kebangkitan Yesus sangat dalam dan luas, diringkas secara singkat sbb:

(1) Kebangkitan Yesus telah mengalahkan kuasa maut, sehingga pengorbanan Yesus telah memberi kepastian bagi orang yang percaya, agar tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.

(2) Kebangkitan Yesus dari maut juga menyatakan kasih dan kuasa mengalahkan dosa, karena upah dosa adalah maut. Maka semua orang yang percaya harus mengaku dosa dan bertobat, supaya disucikan dari dosa dan diberi kesanggupan menempuh hidup suci.

(3) Kebangkitan Yesus memberi semangat hidup. Para pengikut Yesus sebelumnya sangat patah hati dan patah semangat, namun bisa dibangkitkan menjadi saksi Tuhan yang teguh hati.

(4) Kebangkitan Yesus memberi damai sejahtera bagi orang yang percaya, sehingga selalu ada rasa bahagia dan senantiasa mau memuji dan memuliakan Tuhan.

(5) Kebangkitan Yesus adalah anugerah yang sangat ajaib, sehingga setiap orang yang menghayati kasih dan kuasa Tuhan, pasti bersedia menyerahkan diri untuk menjadi berkat bagi sesama manusia dengan tanpa pamrih.


Sabtu, 30 Maret 2013

Doa-Doa dan Niat Puasa Pada Bulan Rajab


NIAT PUASA SUNNAH BULAN RAJAB

Niat puasa sunnah di bulan Rajab adalah sebagai berikut:

نويت صوم شهر رجب سنة لله تعالى

Artinya: Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta'`la.


DALIL-DALIL KEMULIAAN BULAN RAJAB

- QS At-Taubah 9:36 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ 

أَنْفُسَكُمْ

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.

Yang dimaksud empat bulan haram (mulia) adalah Rajab, Dzul Qo'dah, Dzul Hijjah, Muharram. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim (muttafaq alaih) Nabi bersabda:

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا , مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ , ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ : ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ , وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: Tahun itu ada 12 bulan. Yang empat adalah bulan mulia (haram) yaitu Dzul Qo'dah, Dzul HIjjah, Muharram dan Rajab.


DALIL PUASA DALAM BULAN RAJAB

- Hadits riwayat Abu Daud, Ahmad, Baihaqi, Ibnu Said

صم من الحُـرُم واترك، صم من الحرم واترك

Artinya: Berpuasalah pada bulan-bulan haram (mulia), dan tinggalkan.

Dan Rajab termasuk dari bulan yang mulia yang empat.

- Hadits riwayat Nasa'i dan Ahmad dari Usamah bin Zaid

أسامة بن زيد قال: قلت: يا رسول الله، لم أرك تصوم شهراً من الشهور ما تصوم من شعبان، قال: "ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم

Artinya: Usama bin Zaid berkata: Saya berkata pada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa satu bulan dari beberapa bulan Sya'ban.' Nabi bersabda: "Itu adalah bulan yang dilupakan manusia antara bulan Rajab dan Ramadan. Ia adalah bulan saat amal-amal perbuatan diangkat ke Allah. Maka aku suka amalku diangkat saat aku sedang puasa."


PENDAPAT SUNNAH-NYA PUASA BULAN RAJAB

Sebagian besar ulama (jumhur) menghukumi sunnah berpuasa pada bulan Rajab dengan 2 argumen.

Pertama, adanya hadits yang menganjurkan untuk berpuasa sunnah.
Kedua, adanya hadits yang menganjurkan untuk puasa pada bulan-bulan haram (mulia). Dan Rajab termasuk bulan haram.

Asy-Syaukani dalam Nailul Authar mengomentari hadits Usamah bin Zayd di atas menyatakan:

ظاهر قوله في حديث أسامة إن شعبان شهر يغفل عنه الناس بين رجب ورمضان أنه يستحب صوم رجب

Artinya: Pemahaman yang dzahir dari hadits Usamah (bin Zayd) di atas adalah bahwa bulan Sya'ban adalah bulan yang banyak dilupakan orang yang letaknya antara bulan Rajab dan Ramadan. Dan bahwa sunnah hukumnya berpuasa pada bulan Rajab.

Al-Mardawi dalam kitab Al-Inshaf III/245 menyatakan:

وأما صيام بعض رجب، فمتفق على استحبابه عند أهل المذاهب الأربعة لما سبق، وليس بدعة

Artinya: Adapun berpuasa pada sebagian bulan Rajab ulama dari madzhab empat sepakat atas sunnahnya. Dan bukan bid'ah.


PENDAPAT MAKRUH ATAU HARAM-NYA PUASA BULAN RAJAB

- Ahmad bin Hanbal (Madzhab Hanbali) berkata: 

وأما رجب فأحب إليّ أن أفطر منه

Artinya: Saya lebih senang tidak puasa pada bulan Rajab.

- Al-Mardawi dalam Al-Inshaf menyatakan:

وَيُكْرَهُ إفْرَادُ رَجَبٍ بِالصَّوْمِ
Artinya: Mengkhususkan puasa Rajab (sebulan penuh) hukumnya makruh.

- Imam Suyuthi dalam Amr bil Ittiba' menyatakan: 

وَيُكْرَهُ إفْرَادُ رَجَبٍ بِالصَّوْمِ

Artinya: Makruh mengkhususkan pada bulan Rajab.

- Imam Syafi'i dalam qaul qadim memakruhkan puasa Rajab sebulan penuh 

وأكره أن يتخذ الرجل صوم شهر بكماله كما يكمل رمضان، وكذلك يوماً من بين الأيام


PENDAPAT ULAMA WAHABI TENTANG PUASA BULAN RAJAB

Berikut pendapat sejumlah ulama Wahabi utama tentang puasa dan ibadah di bulan Rajab

1. Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berpendapat makruh puasa pada bulan Rajab

يكره إفراده بالصوم تطوعاً لأنه من شأن الجاهلية كانوا يعظمونه بالصوم، فكره أهل العلم إفراده بالصوم تطوعاً أما إذا صامه الإنسان عن صوم عليه من قضاء رمضان أو من كفارة فلا حرج في ذلك، أو صام منه ما شرع الله من أيام الاثنين والخميس أو ثلاثة أيام البيض كل هذا لا حرج فيه، والحمد لله، كغيره من الشهور. 
Arti ringkasan: Makruh menyendirikan puasa sunnah Rajab karena itu termasuk perilaku jahiliah.

2. Ibnu Uthaimin, mengharamkan puasa Rajab karena dianggap bid'ah. Dalam Majmuk Al-Fatawa Ibnu Utsaimin 20/440 dia mengatakan:

صيام اليوم السابع العشرين من رجب وقيام ليلته وتخصيص ذلك بدعة , وكل بدعة ضلالة .

Artinya: Puasa pada hari ke 27 bulan Rajab dan bangun malam dan mengkhususkan hal itu adalah bid'ah. Dan setiap bid'ah itu sesat.

Pada kesempatan lain Ibnu Uthaimin mengatakan:

أود أن أقول: هناك من يَخُصُّ رجب بالصيام، فيصوم رجب كلَّه
وهذا بدعة وليس بسنة

Artinya: Mengkhususkan puasa bulan Rajab selama sebulan termasuk bid'ah. Bukan Sunnah.

3. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan menyatakan puasa awal Rajab sebagai bid'ah (= haram) 

‏ صوم أول يوم من رجب بدعة ليس من الشريعة ولم يثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم في خصوص رجب صيام، فصيام أول يوم من رجب واعتقاد أنه سنة هذا خطأ وبدعة‏

Artinya: Puasa awal Rajab adalah bid'ah dan tidak sesuai syariah. Tidak ada ketetapan dari nabi adanya kekhususan puasa bulan Rajab. Berpuasa awal bulan Rajab dan meyakini kesunnahannya adalah salah dan bid'ah.


KESIMPULAN

1. Berpuasa bulan Rajab hukumnya sunnah berdasarkan hadits yang menganjurkan sunnahnya berpuasa secara umum dan sunnahnya puasa pada bulan-bulan haram. Dan Rajab termasuk bulan haram secara ijmak (kesepakatan ulama).

2. Berpuasa pada sebagian bulan Rajab tidak sebulan penuh hukumnya sunnah menurut kesepakan madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali).

3. Tetapi mengkhususkan berpuasa sebulan penuh pada bulan Rajab--sementara bulan haram lain tidak--adalah makruh menurut sebagian ulama. Dan tetap sunnah menurut sebagian ulama yang lain.

4. Menurut ulama Wahabi, puasa bulan Rajab termasuk bid'ah yang sesat dan haram.


Keutamaan dan Kemuliaan Bulan Rajab


Bulan Rajab menjadi momen penting bagi umat Islam. Bulan yang memiliki berbagai keistimewaan ini hendaknya jangan diabaikan begitu saja. Orang yang banyak beribadah di dalamnya mendapat imbalan pahala yang dilipatgandakan, Allah menyediakan syurga bagi orang yang berbuat kebajikan.

Bulan ini termasuk bulan magfiroh yakni bulan keampunan. Rasulullah mengingatkan agar umat Islam merebut keutamaan bulan ini.

Rasulullah SAW bersabda, "Ketahuilah bahwa bulan Rajab berada dalam urutan bulan suci, maka barang siapa yang berpuasa satu hari di bulan ini dengan ikhlas, akan mendapat keridoan yang sangat besar dari Allah SWT. Siapa yang berpuasa tanggal 27 Rajab (IsrakMikraj) Insya Allah jatuh 11 Agustus mendatang, akan mendapatkan pahala seperti lima tahun berpuasa. Siapa yang berpuasa dua hari di bulan ini akan mendapat kemuliaan di sisi Allah. Orang yang berpuasa tiga hari yaitu pada tanggal 1, 2, dan 3 Rajab (16,17,18 Juli ) maka Allah SWT akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia dan siksa akhirat.

Keutamaan lainnya, barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, Insya Allah permintaannya akan dikabulkan Allah swt. Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga. Kemudian siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan semua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka Allah SWT akan menambahkan pahalanya. Rasulullah bersabda: "Pada malam Mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril as "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?" Maka berkata Jibrilb As "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini."

Dalam sebuah riwayat, Tsauban bercerita :"Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW, ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada Allah SWT.

Lalu saya bertanya kepada beliau "Ya Rasulullah, mengapakah engkau menangis?" Lalu beliau bersabda "Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kuburnya dan saya berdoa kepada Allah , lalu Allah meringankan atas mereka."

Sabda beliau lagi "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur."Tsauban bertanya "Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?"

Sabda beliau "Wahai Tsauban, demi Allah zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena Allah SWT, kecuali Allah mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun."


Bulan Rajab merupakan penanggalan Hijriyah, Bulan Rajab adalah bulan ke- 7 pada penanggalan Hijriyah ini. Dalam hadist Rasulullah SAW, ada beberapa poin tentang keistimewaan bulan Rajab, dan inilah beberapa poin keistimewannya tersebut:

1. Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.

2. Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran keatas semua kalam (perkataan).

3. Puasa sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa empat puluh tahun dan diberi minum air dari syurga.

4. Bulan Rajab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib bagi yang ber puasa itua.Diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal.Terlepas daripada dahaga di akhirat.
5. Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.

6. Siapa bersedekah dalam bulan Rajab, seperti bersedekah seribu dinar,dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu derjat, dihapus seribu kejahatan – “Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi’raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa.”

7. Bulan Rajab bulan Allah, bulan Sya’ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.
Kemuliaan Rajab dengan malam Isra’ Mi’rajnya, Sya’ban dengan malam nisfunya dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.

8. Puasa sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus).Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.

9. Puasa 3 hari pada bulan Rajab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).

10. Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.

11. Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.


Selasa, 12 Maret 2013

Sejarah Perayaan Nyepi Umat Hindu


Bila Anda tinggal di Bali, pasti akan merasakan suasana Nyepi yang jarang ditemui di kota lain di Indonesia. Di Bali umat Hindu merayakan Nyepi secara serentak. Nyepi yang identik dengan suasana sepi dan gelap gulita ternyata mempunyai sejarah nya sendiri.


Kita semua tahu bahwa agama Hindu berasal dari India dengan kitab sucinya Weda. Di awal abad masehi bahkan sebelumnya, Negeri India dan wilayah sekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial berkepanjangan.

Pertikaian antar suku-suku bangsa, al. (Suku Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana dan Malaya) menang dan kalah silih berganti. Gelombang perebutan kekuasaan antar suku menyebabkan terombang-ambingnya kehidupan beragama itu. Pola pembinaan kehidupan beragama menjadi beragam, baik karena kepengikutan umat terhadap kelompok-kelompok suku bangsa, maupun karena adanya penafsiran yang saling berbeda terhadap ajaran yang diyakini.

Sejarah Nyepi Umat Hindu


Dan pertikaian yang panjang pada akhirnya suku Saka menjadi pemenang dibawah pimpinan Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi Raja dan turunan Saka
tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 Saka, pada bulan Maret tahun 78 masehi.

Dari sini dapat diketahui bahwa peringatan pergantian tarikh saka adalah hari keberhasilan kepemimpinan Raja Kaniskha I menyatukan bangsa yang tadinya bertikai dengan paham keagamaan yang saling berbeda.

Sejak tahun 78 Masehi itulah ditetapkan adanya tarikh atau perhitungan tahun Saka, yang satu tahunnya juga sama-sama memiliki 12 bulan dan bulan pertamanya disebut Caitramasa, bersamaan dengan bulan Maret tarikh Masehi dan Sasih Kesanga dalam tarikh Jawa dan Bali di Indonesia. Sejak itu pula kehidupan bernegara, bermasyarakat dan beragama di India ditata ulang.

Oleh karena itu peringatan Tahun Baru Saka bermakna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional. Keberhasilan ini disebar-luaskan keseluruh daratan India dan Asia lainnya bahkan sampal ke Indonesia.

Kehadiran Sang Pendeta Saka bergelar Aji Saka tiba di Jawa di Desa Waru Rembang Jawa Tengah tahun 456 Masehi, dimana pengaruh Hindu di Nusantara saat itu telah berumur 4,5 abad.

Dinyatakan Sang Aji Saka disamping telah berhasil mensosialisasikan peringatan pergantian tahun saka ini, jüga dan peristiwa yang dialami dua orang punakawan! pengiring atau caraka beliau diriwayatkan lahirnya aksara Jawa onocoroko doto sowolo mogobongo padojoyonyo. Karena Aji Saka diiringi dua orang punakawan yang sama-sama setia, samasama sakti, sama-sama teguh dan sama-sama mati dalam mempertahankan kebenaran demi pengabdiannya kepada Sang Pandita Aji Saka.

Rangkaian peringatan Pergantian Tahun Saka



Peringatan tahun Saka di Indonesia dilakukan dengan cara Nyepi (Sipeng) selama 24 jam dan ada rangkaian acaranya antara lain :

1. Upacara melasti, mekiyis dan melis
Intinya adalah penyucian bhuana alit (diri kita masing-masing) dan bhuana Agung atau alam semesta ini. Dilakukan di sumber air suci kelebutan, campuan, patirtan dan segara. Tapi yang paling banyak dilakukan adalah di segara karena.sekalian untuk nunas tirtha amerta (tirtha yang memberi kehidupan) ngamet sarining amerta ring telenging segara. Dalam Rg Weda II. 35.3 dinyatakan Apam napatam paritasthur apah (Air yang murni baik dan mata air maupun dan laut, mempunyai kekuatan yang menyucikan).

2. Menghaturkan bhakti/pemujaan
Di Balai Agung atau Pura Desa di setiap desa pakraman, setelah kembali dari mekiyis.

3. Tawur Agung/mecaru
Di setiap catus pata (perempatan) desa/pemukiman, lambang menjaga keseimbangan. Keseimbangan buana alit, buana agung, keseimbangan Dewa, manusia Bhuta, sekaligus merubah kekuatan bhuta menjadi div/dewa (nyomiang bhuta) yang diharapkan dapat memberi kedamaian, kesejahteraan dan kerahayuan jagat (bhuana agung bhuana alit).

Dilanjutkan pula dengan acara ngerupuk/mebuu-buu di setiap rumah tangga, guna membersihkan lingkungan dari pengaruh bhutakala. Belakangan acara ngerupuk disertai juga dengan ogoh-ogoh (symbol bhutakala) sebagai kreativitas seni dan gelar budaya serta simbolisasi bhutakala yang akan disomyakan. (Namun terkadang sifat bhutanya masih tersisa pada orangnya).

4. Nyepi (Sipeng)
Dilakukan dengan melaksanakan catur brata penyepian (amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan).

5. Ngembak Geni. Mulai dengan aktivitas baru yang didahului dengan mesima krama di lingkungan keluarga, warga terdekat (tetangga) dan dalam ruang yang lebih luas diadakan acara Dharma Santi seperti saat ini.

Yadnya dilaksanakan karena kita ingin mencapai kebenaran. Dalam Yajur Weda XIX. 30 dinyatakan : Pratena diksam apnoti, diksaya apnoti daksina. Daksina sradham apnoti, sraddhaya satyam apyate.

Artinya : Melalui pengabdian/yadnya kita memperoleh kesucian, dengan kesucian kita mendapat kemuliaan. Dengan kemuliaan kita mendapat kehormatan, dan dengan kehormatan kita memperoleh kebenaran.

Sesungguhnya seluruh rangkaian Nyepi dalam rangka memperingati pergantian tahun baru saka itu adalah sebuah dialog spiritual yang dilakukan oleh umat Hindu agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis serta sejahtera dan damai. Mekiyis dan nyejer/ngaturang bakti di Balai Agung adalah dialog spiritual manusia dengan alam dan Tuhan Yang Maha Esa, dengan segala manifetasi-Nya serta para leluhur yang telah disucikan. Tawur Agung dengan segala rangkaiannya adalah dialog spiritual manusia dengan alam sekitar para bhuta demi keseimbangan bhuana agung bhuana alit.

Pelaksanaan catur brata penyepian merupakan dialog spiritual antara din sejati (Sang Atma) seseorang umat dengan sang pendipta (Paramatma) Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam din manusia ada sang din /atrnn (si Dia) yang bersumber dan sang Pencipta Paramatma (Beliau Tuhan Yang Maha Esa).

Sima krama atau dharma Santi adalah dialog antar sesama tentang apa dan bagaimana yang sudah, dan yang sekarang serta yang akan datang. Bagaimana kita dapat meningkatkan kehidupan lahir batin kita ke depan dengan berpijak pada pengalaman selama ini. Maka dengan peringatan pergantian tahun baru saka (Nyepi) umat telah melakukan dialog spiritual kepada semua pihak dengan Tuhan yang dipuja, para leluhur, dengan para bhuta, dengan diri sendiri dan sesama manusia demi keseimbangan, keharmonisan, kesejahteraan, dan kedamaian bersama. Namun patut juga diakui bahwa setiap hari suci keagamaan seperti Nyepi tahun 2009 ini, ada saja godaannya. Baik karena sisa-sisa bhutakalanya, sisa mabuknya, dijadikan kesempatan memunculkan dendam lama atau tindakan yang lain. Dunia nyata ini memang dikuasai oleh hukum Rwa Bhineda. Baik-buruk, menang-kalah, kaya-miskin, sengsara-bahagia dst. Manusia berada di antara itu dan manusia diuji untuk mengendalikan diri di antara dua hal yang saling berbeda bahkan saling berlawanan.

Sejarah Nyepi


Kalau dituang dalam sebuah pantun boleh jadi sebagai berikut.:

Dengan bunga membuat yadnya,
melasti bersama pergi ke pantai.
Jika agama hanya wacana, kondisi
sejahtera – aman damai susah dicapai.

Maka agama harus dimengerti,
dipahami, dilaksanakan atau
diamalkan dengan baik dan benar.

Dharma Santi

Adapun Dharma Santi sebagai rangkaian akhir Nyepi merupakan hal yang wajib dilaksanakan, baik di lingkungan keluarga, warga dekat maupun warga bangsa.

Dengan Dharma Santi kita dapat saling memaafkan jika ada kesalahan atau kekeliruan yang pernah terjadi setidak-tidaknya dalam jangka waktu satu tahun sebelumnya. Di samping itu juga untuk berbincang-bincang perihal kehidupan bersama kita ke depan karena kondisi yang dihadapi akan semakin sulit dan semakin komplek, serba multi; multi etnis, multi dimensi, multi kepentingan, multi karakter dan multi kultural.

Oleh karena itu dharma Santi dapat dilaksanakan dimana saja dan kapan saja setelah Nyepi asal tidak lewat dari waktu kurang lebih sebulan sesudah Nyepi. Sangat baik kalau setiap habis hari raya keagamaan (bukan hanya pada Nyepi saja) diikuti dengan dharma Santi atau sima krama, atau secara spiritual sering juga dilakukan jika ada upacara piodalan di Pura dengan “meprani”. Mesima krama, meprani atau dharma Santi merupakan ajang berdialog antar sesama tentang berbagai aspek kehidupan.

Karena Weda menyatakan “Wasudewa kutumbakan” (seluruh dunia adalah bersaudana). Atau sarwa asa mama mitram bhawantu (Jadikanlah seluruh penjuru dunia sebagai sahabat kami).

Untuk skup Bali, hal ini analog dengan konsep menyama braya yang perlu dimantapkan melalui dharma Santi. Jadi pergantian Tahun Saka adalah peringatan dari kebangkitan dan pembaharuan. Nyepi adalah renungan kesadaran untuk pengendalian diri. Dharma santi adalah dialog sesama demi keseimbangan hidup lahir bathin.

Galeri Foto Nyepi








Kamis, 14 Februari 2013

Makna Angpao Dan "Pesan" Dari Pemberian Angpao


Memberikan Angpao kepada generasi muda (anak atau muda-mudi yang belum menikah) merupakan suatu tradisi dan budaya Masyarakat Tionghoa saat merayakan Tahun baru Imlek. Harapan dari pemberian Angpao adalah agar si penerima Angpao bisa mendapatkan keberuntungan dan nasib baik sepanjang Tahun Baru ini. Nilai Uang yang di dalam Angpao hanyalah untuk menyenangkan si penerima Angpao, yang benar-benar memiliki arti adalah amplop (kantong) merahnya. Jadi membuka Angpao di depan pemberi Angpao adalah perilaku yang tidak sopan.


Angpao (mandarinnya adalah “Hong Bao [红包]”) sebenarnya merupakan perkembangan dari tradisi memberikan “Ya Sui Qian [压岁钱]” yang memiliki arti untuk mengusir “setan” dan “Raksasa Nian” yang akan mengganggu anak mereka.

Terdapat 2 (dua) jenis “Ya Sui Qian [压岁钱]”, yaitu :

1. Mengikat Uang Koin (uang china Jaman dulu) dengan tali berwarna-warni kemudian meletakkannya dibawah kaki-kaki ranjang dimana anak tersebut tidur (menurut pencatatan sejarah buku “Yen Jing Sui Shi Ji [燕京岁时记]”).

2. Memasukkan uang ke dalam amplop yang berwarna merah dan memberikannya kepada anak-anak kecil / muda-mudi saat mereka datang “Pai Nian” ataupun Kepala keluarga memberikannya pada malam Tahun Baru Imlek dengan cara menyelipkannya dibawah bantal saat anak-anak mereka sedang tidur.

Pada Jaman sekarang ini, yang paling banyak dan sering dilakukan adalah dengan menggunakan cara kedua yaitu dengan memasukkan uang kedalam amplop (kantong) merah yang disebut dengan “Ang Pao” dan memberikannya saat mereka datang mengucapkan ucapan-ucapan Tahun Baru Imlek (datang “Pai Nian”).


Memberikan Angpao dan menerima Angpao merupakan tradisi dan kebudayaan masyarakat Tionghoa yang terbentuk dan dilakukan dalam jangka waktu yang sangat lama sekali. “Ang” atau Merah merupakan warna kesenangan masyarakat Tionghoa yang memiliki arti kebahagian, kesenangan, keberuntungan, hoki dan semangat. Kebudayaan Ang Pao berasal dari konsep untuk saling membalas kebaikan diantara sesama dan juga menunjukkan keharmonisan antar anggota keluarga, teman, saudari dan kolega kerja.

Umumnya, setelah anaknya menerima Ang Pao dari orang lain, maka si orang tua tersebut harus memberikan Ang Pao yang baru kepada anak si Pemberi Ang Pao tersebut.

Dalam pembagian Angpao, terdapat kebiasaan untuk melakukan penggolongan hubungan si pemberi Ang批ao dengan si penerima Angpao. Dalam pembagiannya, biasanya jumlah uang yang dimasukkan di dalam Angpao terdapat banyak, sedang dan sedikit. Jika hubungan keluarganya atau keakrabannya erat, maka jumlah uang didalamnya juga besar sedangkan yang hubungannya hanya biasa-biasanya saja maka jumlah uang yang diberikannya juga sedikit.


Dalam perkembangannya, pemberian Angpao sudah menjadi sangat umum dan selalu dipergunakan sebagai hadiah dan ucapan selamat dalam acara ulang tahun dan pernikahan.

Angpao sebenarnya adalah sebutan dari bahasa Hokkian dan Teochew, sedangkan bahasa Mandarin adalah “Hong Bao[红包]” yang jika di terjemahkan secara langsung ke dalam bahasa Indonesia adalah “Amplop Merah” atau “Kantong Merah”.


Imlek, Tradisi Yang Penuh Makna Dan Sejarah


Tahun Baru Imlek merupakan hari raya terbesar dan paling ramai dalam budaya Tionghua (Chinese) yang berasal dari daratan China (Tiongkok). Penanggalan resmi yang dipakai oleh China sejak Dinasti Shang (Tahun 1600 ~ 1046 Sebelum Masehi) adalah penanggalan menurut perhitungan perubahan bentuk bulan atau sering disebut dengan Imlek (阴历) dimana saat tidak terlihat bulan dihitung sebagai hari pertama pada bulan tersebut atau disebut dengan bulan muda. 1 (Satu) tahun dibagi menjadi 12 (dua belas) bulan. Hari Pertama di tahun yang baru ini sering disebut juga dengan “Yuan Dan”, “Yuan Chen”, “Yuan Ri”.

Mitologi Tahun Baru Imlek

Berdasarkan cerita rakyat dan legenda kuno, tahun baru China dirayakan ketika orang China berhasil melawan hewan mitos yang disebut sebagai Nian yang berarti tahun dalam bahasa China. Makhluk Nian selalu muncul pada hari pertama Tahun Baru dan kedatangan Nian adalah memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian dan bahkan penduduk, terutama anak-anak. 

Untuk selamat dari petaka Nian, masyarakat desa China akan menaruh sejumlah makanan di depan pintu mereka pada hari pertama tahun baru. Masyarakat percaya bahwa, jika Nian telah mengambil/memakan makanan yang telah disediakan oleh masyrakat, maka Nian tidak akan lagi menyerang orang/warga.Suatu ketika, seorang penduduk menyaksikan seekor Nian ketakutan dan lari menghindar dari seorang anak yang berkostum merah. Dari kejadian itu, maka penduduk desa akhirnya tahu kekurangan Nian yakni takut pada warna merah.


Semenjak itu, setiap menjelang dan selama Tahun Baru, penduduk akan menggantung lentera merah serta memasang tirai/gordin merah pada pintu dan jendela. Selain itu, masyarakat juga menggunakan mercun untuk menakuti Nian. Sejak itulah, Nian tidak pernah lagi muncul di desa mereka.

Hari raya Imlek merupakan momen pertemuan seluruh anggota keluarga sekali dalam setahun. Anggota keluarga akan bersilahturahmi, saling berbagi dan memberikan pengalaman selama setahun. Perayaan ini menjadi sangat berarti tatkala setiap anggota keluarga dan tetangga saling menjalin kasih, saling mengayomi, dan memulai lembaran baru (dengan pakaian baru).

Ciri khas perayaan Imlek adalah ornamen-ornamen berwarna merah, kue keranjang, angpao, lentera, Tebu dan barongsai. Warna merah memiliki makna sejahtera, membawa berkah dan hoki/keberuntungan , dan dipercaya ditakuti oleh Nian dan dapat mengusir setan dan roh jahat.

Kue Keranjang

Terdapat kebiasaan saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun. Nien Kao atau Nian Gao, kata Nian sendiri berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat.


Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Kue keranjang (dodol cina, yang mempunyai makna perekat kekeluargaan, persaudaraan, pertemanan).

Angpao

Angpao sendiri adalah dialek Hokkian, arti harfiahnya adalah bungkusan/amplop merah. Sebenarnya, tradisi memberikan angpao sendiri bukan hanya monopoli tahun baru Imlek, melainkan di dalam peristiwa apa saja yang melambangkan kegembiraan seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru dan lain2, angpao juga akan ditemukan. Angpao pada tahun baru Imlek mempunyai istilah khusus yaitu "Ya Sui", yang artinya hadiah yang diberikan untuk anak-anak berkaitan dengan pertambahan umur/pergantian tahun.


Di zaman dulu, hadiah ini biasanya berupa manisan, bonbon dan makanan. Untuk selanjutnya, karena perkembangan zaman, orang tua merasa lebih mudah memberikan uang dan membiarkan anak-anak memutuskan hadiah apa yang akan mereka beli.Menurut tradisi hanya orang yang sudah menikah saja yang boleh memberikan Angpao

Lentera/Lampion


Pada hari raya imlek biasa dipajang lampion-lampion di rumah-rumah atau perkarangan atau tempat umum misalnya di taman, kebun, jalan-jalan, lorong-lorong dan lain sebagainya. Lampion merah dianggap sebagai simbol kebahagiaan, dan dipasang untuk event-event kegembiraan seperti Imlek Lampion ini digambari dan dihiasi ornamen-ornamen macam-macam, dan huruf-huruf kaligrafi. Lampion ada yang terbuat dari kertas, kain, kulit binatang, dan dari bordiran-bordiran kain sutra dan lain-lain.

Tebu

Tebu merupakan tanaman yang melambangkan umur panjang. Semakin panjang dan banyak ruas yang ada pada tebu, maka semakin banyak hoki yang di bawanya. Dalam bahasa Mandarin, filosofi tersebut di kenal dengan sebutan ciek-ciek shiang-shiang. Artinya, setiap ruas yang ada pada tebu melambangkan tahapan hidup manusia.


Di lihat dari segi rasanya, tebu adalah salah satu tanaman yang banyak disukai mahluk hidup karena rasanya yang manis. Dari rasa tebu yang manis ini, keberadaan manusia di muka bumi ini hendaknya bisa mendatangkan manfaat bagi sesama mahluk hidup. Makna hidup yang terkandung dalam tebu ini sama persis dengan bambu. Bentuknya yang beruas-ruas serta panjang melambangkan panjang umur. Sementara warnanya yang hijau bermakna kemurahan rejeki.

Barongsai /Tarian Singa

Tarian Singa atau di Indonesia dikenal dengan nama barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi. Konon ceritanya, ada beberapa versi sejarah Barongsai. Yang paling terkenal adalah versia Nian (monster). Pada masa Dinasti Qing, di satu wilayah di China ada monster yang mengganggu penduduk setempat hingga menimbulkan keresahan dan ketakutan. Saat itulah muncul singa (barongsai) untuk menghalau monster tersebut. Akhirnya, monster kalah dan lari ketakutan. 

Setelah itu singanya pergi. Tapi monster ini ternyata mau balas dendam dan masyarakat tidak tahu. Mereka bingung, ada di mana singa yang bisa mengalahkan monster itu. Akhirnya mereka buat kostum barongsai seperti yang ada sekarang, dan berhasil menyingkirkan monsternya. Hal inilah, yang mendasari mengapa barongsai selalu hadir dalam perayaan Imlek. Maksudnya mengusir monster yang kita samakan dengan aura-aura yang buruk.


Menurut kepercayaan orang China, singa juga merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian Singa dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan sehingga umumnya diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan restoran, pendirian klenteng, dan tentu saja perayaan tahun baru. Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa.

Tahun baru Imlek di Indonesia, secara bebas baru kembali diizinkan pada tahun 2000 setelah Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres ) No 6 tahun 2000 karena selama 1965-1998, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum, sesuai Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, termasuk seni budaya, tradisi sampai huruf China diarang. Setelah Kepres dicabut, Pemerintah menetapkan tahun 2003,Imlek menjadi hari libur nasional Maka tidak hanya saja bisa dirayakan secara leluasa, tapi juga berbagai kelengkapan penjualan kebutuhan Imlek mulai kelengkapan persembahyangan sampai ke aksesoris.